Krisis Chip Global: Kenapa Daya Tahan Baterai dan Durability Kini Jadi Standar Utama Membeli Smartphone
📅 Sabtu, 05 Sep 2026, 10:30 WIB | Oleh: Alfina Febriyana– Pada Q2 2026, memori menyumbang lebih dari 65% BOM di segmen entry-level — membuat bisnis di rentang harga ini sulit dipertahankan (data IDC).
– Segmen di bawah USD100 (sekitar Rp1,8 juta), yang mengapalkan sekitar 173 juta unit pada 2025, anjlok hampir 60% pada Q2 2026 (data IDC).
– Di sejumlah pasar berkembang, harga ponsel naik hingga 40%-50% (data IDC).
Pasar Indonesia Paling Terdampak
Volume penjualan di Indonesia masih ditopang segmen entry-level dan kelas menengah. Karena itu, pasar domestik lebih rentan dibanding pasar yang didominasi ponsel premium.
– Pengiriman smartphone di Indonesia turun 9% secara tahunan pada Q1 2026, karena konsumen menunda ganti ponsel (data Counterpoint Indonesia Smartphone Tracker).
– Kenaikan harga di pasar Indonesia berkisar 7% hingga 45%, menyentuh model lama maupun produk baru (data Counterpoint Research).
– Segmen entry-level di bawah USD150 (sekitar Rp2,7 juta) turun 19% secara tahunan (data Counterpoint Research).
– Sebaliknya, segmen premium di atas USD600 (sekitar Rp10,6 juta) mencetak rekor kontribusi tertinggi 8,3% dari total pengiriman, tumbuh 30% secara tahunan (data Counterpoint Research).
– Sebagian konsumen beralih ke ponsel bekas dan refurbished karena menunda pembelian perangkat baru (data Counterpoint Research).
Yang menarik, penurunan ini terjadi justru saat indikator ekonomi Indonesia membaik. Artinya, pemicunya adalah biaya komponen, bukan semata daya beli.
“Segmen entry-level paling terpukul. Konsumen di segmen ini memilih menunda pembelian atau beralih ke ponsel bekas,” ungkap Shilpi Jain, Senior Analyst, Counterpoint Research dalam riset Indonesia Smartphone Tracker Q1 2026.
Tiga Ukuran Baru Memilih Smartphone: Baterai, Konsistensi, dan Umur Pakai
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!