Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Krisis Chip Global: Kenapa Daya Tahan Baterai dan Durability Kini Jadi Standar Utama Membeli Smartphone

📅 Sabtu, 05 Sep 2026, 10:30 WIB | Oleh:

Memori untuk Smartphone Kalah Bersaing dengan Pusat Data AI

Produsen memori memindahkan kapasitas produksi DRAM dan NAND ke chip memori pita lebar tinggi (HBM) untuk pusat data kecerdasan buatan. Margin di sana jauh lebih menarik, sehingga pasokan untuk elektronik konsumen menyusut.

– Chip memori untuk pusat data AI kini menyerap sekitar 70% produksi memori global, dengan margin 3-5 kali lebih tinggi dibanding memori konsumen. 

– Pasokan DRAM 2026 hanya tumbuh 16% dan NAND 17%, di bawah rentang 20%-30%, sementara permintaan terus naik (data IDC).  

– Pada Q1 2026, harga DRAM global naik lebih dari 50% dibanding kuartal sebelumnya. Sedangkan NAND Flash melonjak lebih dari 90% (data Counterpoint Memory Price Tracker).  

– Pada Q2 2026, biaya memori tercatat naik hampir 300% dibanding tahun sebelumnya (data IDC).  

Francisco Jeronimo, Vice President for Worldwide Client Devices, IDC, menggambarkan hal ini sebagai guncangan sedahsyat tsunami yang berasal dari rantai pasok memori.

“Kelangkaan memori, yang secara luas dianggap sebagai gangguan rantai pasok yang belum pernah terjadi sebelumnya,” tambah Ryan Reith, Group Vice President for Worldwide Client Devices, IDC.

Ia menilai kondisi ini akan menekan pasar sepanjang 2026, dan lama tidaknya kelangkaan itulah yang menentukan seberapa dalam pasar smartphone turun.

Seberapa cepat situasi memburuk terlihat dari revisi proyeksi. Di awal 2026, penurunan pengiriman global diperkirakan hanya 1%-5%. Pada Juni, IDC merevisinya menjadi 13,9%. Proyeksi terkini menempatkannya di 16,7%, ini penurunan tahunan paling tajam dalam sejarah industri smartphone.

Segmen Rp1,8 Juta–Rp3,5 Juta Paling Terpukul

Beban kenaikan biaya tidak dirasakan merata. Memori menyumbang 15%-20% dari total biaya komponen (BOM) ponsel kelas menengah, tapi hanya 10%-15% pada flagship. Artinya, makin murah sebuah ponsel, makin besar porsi biayanya yang terpukul kenaikan harga memori.

– Biaya komponen ponsel di bawah USD200 (sekitar Rp3,5 juta) naik 20%-30% sejak awal 2026 (data Counterpoint Research).  

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Advertisement
Penerima KJP Tahap II Gelombang I Ditetapkan Pemprov DKI Ada 661.209 Peserta Didik, Total Angaran RP1,5 Triliun

Penerima KJP Tahap II Gelombang I Ditetapkan Pemprov DKI Ada 661.209 Peserta Didik, Total Angaran RP1,5 Triliun

04 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.