Evaluasi MBG di Perbatasan Sanggau, Angka Bolos Siswa Turun dan UMKM Lokal Bergerak
📅 Jumat, 28 Agu 2026, 19:04 WIB | Oleh: Yebdi TrismarSherli sendiri merasa masukannya sebagai siswa sangat dihargai. Saat ada masakan yang dirasa kurang pas, siswa bisa melapor kepada guru. "Kadang kalau dapat yang makanannya kurang penyedap atau keasinan, nanti dikasih tahu ke guru. Nah, nanti biar besoknya tuh udah enggak gitu lagi," ujarnya.
Terlepas dari dinamika menu yang disajikan, masyarakat yang ditanyai responnya terhadap program MBG, sepakat bahwa rasa syukur harus dikedepankan. Program ini tidak sekadar memberi makan, melainkan mencegah siklus kurang gizi dan stunting sejak dini.
Sherli, selaku siswa penerima manfaat ini sendiri menyampaikan harapan untuk kelangsungan program ini. "Harapan saya ke depannya, program MBG ini ingin kayak menjadi investasi jangka panjang untuk mencetak generasi penerus yang sehat, cerdas, dan bebas stunting," tutupnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!