Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Samarinda Dibakar Suami Istri, Kini Ditahan Polisi

📅 Jumat, 28 Agu 2026, 11:34 WIB | Oleh:
Samarinda Dibakar Suami Istri, Kini Ditahan Polisi Doc: ist
Ket. karhutla

SAMARINDA – Banyak warga membakar lahan yang merembet tak terkendali menjadi kebakaran hutan. Sepasang suami istri ditangkap karena diduga membakar lahan.

Kepolisian mengamankan pasangan suami istri yang diduga sengaja membakar lahan untuk mempercepat pembukaan lahan pertanian di kawasan Gunung Kapur, Kelurahan Sambutan, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Kapolsek Samarinda Kota AKP Amiruddin di Samarinda, Jumat, mengatakan polisi mendatangi lokasi setelah menerima laporan masyarakat mengenai kebakaran lahan tersebut.

"Pagi ini, kami dari Polsek Samarinda Kota bersama dengan Pamapta Polresta Samarinda mendatangi lokasi kejadian usai menerima laporan masyarakat," ujarnya.

Polisi bersama petugas pemadam kebakaran, relawan, dan warga kemudian berupaya melokalisasi api agar tidak merambat ke area lain.

Di lokasi, polisi meminta keterangan pasangan suami istri yang diduga melakukan pembakaran.

Berdasarkan pemeriksaan awal kepolisian, pasangan tersebut mengaku sengaja membakar sisa material pembersihan pada lahan seluas sekitar setengah hektare untuk mempercepat pembukaan lahan yang akan digunakan menanam padi.

Amiruddin mengatakan pembukaan lahan dengan cara membakar berisiko memicu kebakaran lebih luas, terutama ketika kondisi vegetasi mengering.

Pasangan suami istri tersebut kemudian dibawa ke Polsek Samarinda Kota untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Penanganan kasus tersebut berlangsung saat Kota Samarinda berstatus tanggap darurat menyusul meningkatnya kejadian kebakaran lahan dan dampak musim kemarau.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda mencatat 102 kejadian kebakaran lahan hingga Kamis (27/8) dengan luas area terdampak sekitar 160 hektare.

Status tanggap darurat di Samarinda berlaku selama 14 hari sejak 26 Agustus hingga 7 September 2026 setelah sebelumnya pemerintah kota menetapkan status siaga darurat sejak 20 Agustus.

Amiruddin mengimbau masyarakat menggunakan cara yang lebih aman untuk membersihkan sisa kegiatan pertanian tanpa membakar lahan.

"Kami juga memohon dukungan dari semua pihak dan relawan untuk memberikan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...

Pole position GP Singapura Milik Max Verstappen

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Pole position GP Singapura ...
Megapolitan
Terus Diobok-obok, Kampung ...
Advertisement
Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

10 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.