Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pelaku Ekonomi Kreatif Solok Makin Cuan? Kemenekraf Gelar Pelatihan Periklanan

📅 Kamis, 27 Agu 2026, 19:21 WIB | Oleh:
Pelaku Ekonomi Kreatif Solok Makin Cuan? Kemenekraf Gelar Pelatihan Periklanan Doc: Antara foto/HO Kementerian Ekonomi Kreatif
Ket. Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif melalui Direktorat Periklanan Deputi Bidang Kreativitas Media menggelar pelatihan periklanan secara intensif “AdCamp: Skill Up Lab” untuk pelaku ekonomi kreatif, di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Jumat (21/8).

JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) melalui Direktorat Periklanan Deputi Bidang Kreativitas Media menggelar pelatihan periklanan secara intensif “AdCamp: Skill Up Lab” di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, untuk memperkuat kapasitas pelaku ekonomi kreatif sekaligus membuka peluang pengembangan pasar produk lokal.

Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif, Cecep Rukendi mengatakan penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu bagian penting dalam mendorong pelaku ekonomi kreatif agar mampu mengembangkan usaha dan kreativitasnya secara berkelanjutan.

“Pemulihan sejati tidak cukup hanya membangun kembali jalan dan gedung, tetapi juga membangun harapan, kepercayaan diri, dan kemampuan masyarakat untuk berdiri dan berkarya lagi melalui kreativitas. Karena itu, kami ingin memastikan pelaku ekraf memiliki keterampilan dan akses yang dibutuhkan untuk kembali tumbuh dan berdaya,” ujar Cecep dalam keterangan diterima di Jakarta, Kamis.

Program “AdCamp: Skill Up Lab” terlaksana melalui kolaborasi Kemenekraf/Bekraf dengan Pemerintah Kabupaten Solok serta tiga asosiasi periklanan, yakni Indonesian Digital Association (IDA), Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) dan Ikatan Rumah Produksi Iklan Indonesia (IRPII).

Pelatihan ini sebagai bagian dari program Ekraf Peduli “Pulih Bersama, Bangkit Berdaya”, dilakukan secara intensif selama dua hari dan diikuti 50 peserta terpilih yang berasal dari Kabupaten dan Kota Solok. Dari 50 peserta, sebanyak 32 orang merupakan pegiat ekonomi kreatif di sektor kuliner dan fesyen, sedangkan 18 peserta lainnya merupakan mahasiswa dan talenta muda berbakat di bidang periklanan.

Direktur Periklanan Kemenekraf, Andy Ruswar menjelaskan bahwa para peserta mendapatkan pembekalan melalui workshop yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan dalam membangun merek, membuat konten kreatif, serta memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi.

Sejumlah materi diberikan mulai dari brand storytelling, pemanfaatan platform digital, etika pariwara, hingga praktik langsung produksi foto dan video iklan. Peserta juga diajak memahami bagaimana sebuah produk lokal dapat dikemas melalui cerita dan komunikasi visual yang menarik sehingga memiliki daya saing serta mampu menjangkau konsumen yang lebih luas.

“Yang paling penting dari pelatihan ini adalah bagaimana para peserta dapat menyerap ilmu yang diberikan bisa langsung dipraktikkan. Kami ingin para peserta pulang membawa kemampuan baru, karya baru, dan yang paling penting saling berkolaborasi untuk membuka peluang mengembangkan produk maupun karier mereka pascabencana ini,” tutur Andy.

Selain pelatihan, karya terbaik peserta juga berpeluang mendapatkan fasilitasi lanjutan berupa pembuatan dan placement iklan secara gratis melalui kolaborasi dengan NativeAd dan program terkait.

Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu produk-produk lokal Solok mendapatkan eksposur lebih luas sekaligus membuka peluang pasar baru bagi pelaku ekonomi kreatif.

Melalui pelatihan ini, Kemenekraf/Bekraf mendorong lahirnya pelaku ekonomi kreatif dan talenta muda yang tidak hanya kreatif dalam menghasilkan karya, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengemas, memasarkan, dan memperluas jangkauan produk melalui strategi periklanan yang tepat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.