Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur Pramono Kukuhkan Fauzi Bowo Sebagai Ketua Dewan Adat dan Kebudayaan Betawi

📅 Jumat, 28 Agu 2026, 17:45 WIB | Oleh:
Gubernur Pramono Kukuhkan Fauzi Bowo Sebagai Ketua Dewan Adat dan Kebudayaan Betawi Doc: Pemprov DKI Jakarta
Ket. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengukuhkan Dewan Adat dan Kebudayaan Betawi di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (28/8). Pengukuhan tersebut menjadi penanda selesainya penataan kelembagaan adat dan kebudayaan Betawi agar sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta.

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengukuhkan Dewan Adat dan Kebudayaan Betawi di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (28/8). Pengukuhan tersebut menjadi penanda selesainya penataan kelembagaan adat dan kebudayaan Betawi agar sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta.

Pramono mengatakan penggunaan nama Dewan Adat dan Kebudayaan Betawi dilakukan dengan mengacu pada ketentuan yang tercantum dalam undang-undang tersebut. Penyesuaian itu juga akan menjadi dasar bagi penerbitan Peraturan Gubernur maupun Keputusan Gubernur terkait kelembagaan Betawi di Jakarta.

"Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024, nama yang digunakan adalah nama yang ada di undang-undang, sehingga secara hukum, baik Peraturan Gubernur maupun Keputusan Gubernur yang dikeluarkan oleh Pemerintah DKI Jakarta, betul-betul mengacu pada undang-undang tersebut," ujar Pramono.

Dewan Adat dan Kebudayaan Betawi kini dipimpin Fauzi Bowo, tokoh Betawi yang juga pernah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Pramono berharap keberadaan lembaga tersebut dapat membuat upaya pelestarian dan pengembangan kebudayaan Betawi berjalan lebih terarah.

Pramono menyebut penyelesaian persoalan kelembagaan adat Betawi merupakan langkah penting setelah proses yang berlangsung cukup panjang. Ia menilai pengalaman Fauzi Bowo sebagai tokoh Betawi sekaligus mantan gubernur dapat menjadi modal dalam memimpin lembaga tersebut.

"Alhamdulillah persoalan Lembaga Adat Betawi yang begitu lama tidak terselesaikan, sekarang sudah selesai. Dipimpin secara langsung oleh Pak Fauzi Bowo, beliau adalah tokoh Betawi dengan pengalaman panjang dan pernah menjadi Gubernur DKI Jakarta," ucapnya.

Pemprov DKI Jakarta juga berkomitmen menjadi mitra strategis dalam pengembangan kebudayaan Betawi ke depan. Komitmen tersebut dinilai semakin penting karena Jakarta akan memasuki momentum peringatan lima abad atau 500 tahun pada 2027.

Salah satu persiapan yang dilakukan Pemprov DKI adalah menyusun buku mengenai Betawi. Buku tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas dan memperkenalkan kebudayaan Betawi dalam rangkaian peringatan 500 tahun Jakarta.

"Sebagai Gubernur Jakarta tentunya kami akan menjadi mitra strategis untuk mengembangkan dan juga untuk berbicara tentang budaya Betawi ini ke depan. Dalam kesempatan ini saya sampaikan kepada Bapak, Ibu, Saudara-saudara sekalian, tahun depan 500 tahun Jakarta, saya dan jajaran Balai Kota sudah mempersiapkan buku tentang Betawi," pungkas Pramono.

Sementara itu, Fauzi Bowo menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung terbentuknya Dewan Adat dan Kebudayaan Betawi. Menurutnya, keberadaan lembaga tersebut merupakan hasil dari proses yang melibatkan banyak pihak dan melewati berbagai dinamika.

"Ini patut kita syukuri dan saya juga ingin menyampaikan penghargaan terima kasih saya kepada semua pihak yang telah mendukung keberadaan dan terwujudnya Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi," ujar Fauzi Bowo.

Fauzi juga memberikan penghargaan khusus kepada Pramono atas dukungannya selama proses penataan kelembagaan adat dan kebudayaan Betawi. Ia menilai proses tersebut tidak mudah mengingat masyarakat Betawi memiliki latar belakang dan dinamika organisasi yang beragam.

"Kita tahu ini bukan hal yang mudah, dinamika yang harus dialami bahkan selama periode Pak Gubernur Pramono Anung ini pun dinamikanya luar biasa. Saya juga menyampaikan penghargaan kami secara khusus kepada Pak Gubernur Pramono yang begitu sabar untuk membimbing kaum Betawi yang sangat heterogen ini mewujudkan lembaga adat dan kebudayaannya," tutupnya.

Dengan dikukuhkannya Dewan Adat dan Kebudayaan Betawi, Pemprov DKI berharap kelembagaan adat dapat menjadi wadah yang lebih kuat dalam menjaga warisan budaya Betawi. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga adat juga diharapkan mampu memperkuat posisi kebudayaan Betawi sebagai bagian penting dari identitas Jakarta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Setop Impor Agar Petani Tebu Termotivasi Meningkatkan Produktivitas
    Preview komentar:
    Sebagai praktisi di industri pengolahan pangan, saya sangat ...
  • Tak Bisa Jalan Sendiri, Industri Besar Diminta Angkat IKM dan UMKM
    Preview komentar:
    Transformasi pendekatan CSR dari yang sekadar bantuan konsumtif ...
  • Kebergantungan Impor Naptha Bikin Industri RI Rawan Kena Guncangan Harga Global
    Preview komentar:
    Kenaikan harga bahan baku di sektor hulu akibat ...
Event Akhir Pekan Jakarta 29-30 Agustus 2026: Dari Pameran FLONA Hingga Pertunjukan Balet

Event Akhir Pekan Jakarta 29-30 Agustus 2026: Dari Pameran FLONA Hingga Pertunjukan Balet

28 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.