Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Polres Lumajang Bantu Padamkan Karhutla di Gunung Semeru dengan Kayu dan Ranting Pohon

📅 Jumat, 28 Agu 2026, 17:37 WIB | Oleh:
Polres Lumajang Bantu Padamkan Karhutla di Gunung Semeru dengan Kayu dan Ranting Pohon Doc: ANTARA/HO-Polres Lumajang
Ket. Personel Polres Lumajang bantu padamkan karhutla di lereng Gunung Semeru, Kamis (27/8).

LUMAJANG -- Kepolisian Resor (Polres) Lumajang mengerahkan personel untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Semeru yang berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

"Dengan alat manual, personel Polres Lumajang bersama petugas gabungan melakukan upaya penyekatan dan pemadaman api secara manual mengingat medan yang terjal serta tebing curam," kata Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi dalam keterangannya, Jumat.

Menurutnya, personel Polres Lumajang bersama Polsek Senduro, Koramil Senduro, BPBD Lumajang, TNBTS, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, serta masyarakat Desa Ranupani dan Argosari terus melakukan penyekatan dan pemadaman titik api.

Ia menjelaskan terdapat dua lokasi karhutla yang menjadi fokus penanganan petugas, yakni kawasan Ranu Kembang di kawasan Gunung Semeru, tepatnya di Blok Ayek-Ayek, serta kawasan Ledok Bedor yang berada di perbatasan Desa Argosari dan Desa Ranupani.

"Di kawasan Ledok Bedor, api terpantau berada di tiga titik. Lokasi tersebut berada di arah Jantur menuju kawasan B-29, sedangkan untuk api di dua lokasi sampai saat ini masih menyala dan belum padam. Upaya pemadaman masih terus dilakukan oleh petugas gabungan,” katanya.

Proses pemadaman dilakukan secara manual dan petugas membuat sekat untuk menghambat pergerakan api serta menggunakan batang atau ranting pohon untuk memukul api yang membakar vegetasi.

"Medan yang berat menjadi salah satu kendala utama. Kawasan Ranu Kembang sulit dijangkau, sementara api terus membesar sehingga petugas mengalami kesulitan untuk menuju titik kebakaran," ujarnya.

Sementara di Ledok Bedor, petugas menghadapi medan terjal dan peralatan penanganan juga masih menjadi kendala, angin, serta lokasi kebakaran yang terbagi menjadi tiga titik, sehingga petugas harus menunggu satu titik api padam sebelum dapat melanjutkan penanganan ke titik berikutnya.

Di tengah penanganan karhutla, sebanyak 172 pendaki yang sebelumnya berada di kawasan Ranu Kumbolo telah berhasil dievakuasi dan seluruh pendaki dilaporkan dalam kondisi selamat.

“Sebanyak 172 pendaki dari Ranu Kumbolo sudah berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Untuk jalur pendakian saat ini dinyatakan ditutup total,” ujarnya.

Ia mengatakan dengan kondisi medan dan luasnya titik kebakaran, pemadaman dari darat membutuhkan dukungan tambahan. Salah satu opsi yang diperlukan adalah pemadaman melalui udara menggunakan helikopter.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Advertisement
Busyett…Angka Insentif Pajak Mencapai Rp576 Triliun, Tidak Mubazir?

Busyett…Angka Insentif Pajak Mencapai Rp576 Triliun, Tidak Mubazir?

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.