KJRI New York Gandeng Pola Raya, Siap Dorong Arsitek & Proyek RI Tembus Pasar Global
📅 Jumat, 28 Agu 2026, 17:52 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA— Konsulat Jenderal Republik Indonesia di New York dan PT Pola Raya Studio meneken Letter of Intent (LOI) untuk memperkuat promosi arsitektur, kriya, desain, talenta, dan ekonomi kreatif Indonesia di Amerika Serikat beberapa waktu lalu.
Penandatanganan ini menjadi awal kolaborasi yang mencakup pameran, presentasi, forum bisnis, business matching, program arsitektur dan desain, maket, diorama, konten digital, hingga pertukaran pengetahuan.
Bagi Pola Raya, LOI ini juga menandai langkah bisnis jangka panjang. Perusahaan menyiapkan pembukaan kantor di New York dan menjajaki akuisisi perusahaan lokal Amerika Serikat. Tujuannya untuk membangun kehadiran permanen dan menjadi jembatan bagi arsitek, developer, perusahaan properti, serta perusahaan Indonesia lainnya untuk masuk ke pasar global.
Dari Workshop Munjul Hingga Panggung Hannover
Perjalanan Pola Raya dimulai pada 1982 dari sebuah workshop di Munjul, Jakarta Timur. Fokus perusahaan adalah menerjemahkan gagasan kompleks menjadi sesuatu yang mudah dipahami pengambil keputusan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Gambar teknis, rencana kawasan, hingga proyek strategis diubah menjadi maket fisik, smart maquette, model interaktif, dan presentasi imersif. Bagi developer, ini membantu investor memahami nilai proyek. Bagi industri energi, tambang, dan infrastruktur, model ini menjelaskan proses dan teknologi yang sulit disampaikan lewat dokumen.
Kemampuan ini mendapat sorotan dunia saat Hannover Messe 2023 di Jerman. Maket Ibu Kota Nusantara karya Pola Raya digunakan Presiden Joko Widodo saat menjelaskan IKN kepada Kanselir Jerman Olaf Scholz.
“Ini adalah bukti nyata bahwa karya ekonomi kreatif Indonesia bisa bersaing di tingkat global dan menjadi kebanggaan bangsa,” kata Ketua Umum DPP Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional, Kawendra Lukistian, saat itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
New York Jadi Pintu Ekspansi
Melalui kolaborasi dengan KJRI New York, program utama yang akan dijalankan adalah membawa arsitek Indonesia ke New York untuk memamerkan karya langsung di hadapan developer, firma arsitektur, pemilik proyek, dan pelaku industri AS.
Konsul Jenderal RI di New York, Winanto Adi, menyebut kolaborasi ini membuka ruang bagi talenta Indonesia bertemu jejaring internasional.
“Indonesia memiliki arsitek, perajin, desainer, dan perusahaan dengan kemampuan yang kuat. Yang dibutuhkan adalah ruang agar kemampuan tersebut dapat diperkenalkan dengan baik, dipahami, dan berkembang menjadi hubungan profesional serta bisnis yang nyata,” ujar Winanto.
New York dipilih karena posisinya sebagai pusat ekonomi, arsitektur, properti, desain, dan investasi dunia.
Direktur PT Pola Raya Studio, Mohamad Amin Ahlun Nazar, mengatakan banyak proyek Indonesia punya kualitas kuat tapi kesulitan menjelaskannya ke audiens baru.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!