Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Tangsel Perketat Pengawasan Pergudangan Taman Tekno Menyusul Digulungnya Sindikat Uang Palsu

📅 Jumat, 28 Agu 2026, 17:45 WIB | Oleh:
Pemkot Tangsel Perketat Pengawasan Pergudangan Taman Tekno Menyusul Digulungnya Sindikat Uang Palsu Doc: RRI/Saadatuddaraen

TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang Selatan memperketat pengawasan kegiatan ekonomi di kawasan pergudangan Taman Tekno. Langkah tersebut dilakukan setelah Polda Metro Jaya membongkar sindikat uang palsu senilai Rp36 miliar di kawasan tersebut.

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, mengatakan pengawasan akan melibatkan Dinas Ketenagakerjaan dan Satuan Polisi Pamong Praja. Pengawasan dilakukan untuk memastikan kegiatan usaha di kawasan pergudangan sesuai aturan yang berlaku.

“Nanti saya akan meminta Dinas Ketenagakerjaan dan Satpol PP melakukan pengawasan. Kita awasi secara ketat supaya tidak melanggar aturan,” ujar Benyamin, Jumat (28/8).

Benyamin mengatakan setiap pemilik bangunan pergudangan wajib melaporkan bentuk kegiatan usaha yang dijalankan. Pemerintah daerah akan memantau kegiatan ekonomi produktif yang dilakukan individu maupun korporasi.

“Saya tidak ingin masuk ke manajemennya, tetapi kegiatan ekonominya harus kita pantau. Laporkan ke tim pemerintah daerah,” kata dia.

Menurut Benyamin, secara umum bangunan di kawasan Taman Tekno BSD telah memiliki izin. Namun, kegiatan usaha di dalamnya dapat berubah karena pergantian penyewa bangunan.

Ia mengatakan, kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan pengawasan pemerintah daerah. Pemilik bangunan diminta memastikan setiap kegiatan usaha penyewa sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menangkap empat tersangka terkait sindikat pencetakan uang palsu. Keempat tersangka berinisial AB, D, N, dan S, dengan AB disebut sebagai pemodal pencetakan uang palsu.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Victor D Mackbon, mengatakan uang palsu tersebut rencananya diedarkan melalui sejumlah bank swasta. Uang palsu itu disebut memiliki perbandingan nilai satu uang asli dengan tiga uang palsu.

“Salah satunya diindikasikan akan dicampur dan dimasukkan ke dalam perbankan swasta. Hal itu dengan perbandingan satu uang asli berbanding tiga uang palsu,” ujar dia.

Menurut Victor uang palsu yang dicetak di kawasan pergudangan Taman Tekno memiliki kualitas menyerupai uang asli. Uang tersebut masuk kategori Grade A dan dilengkapi nomor seri, benang pengaman, hologram, serta simbol negara. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Megapolitan
Wali Kota: Pasar Jambu Dua ...
Ekonomi
Barantin: Tanaman Hias Indo...

Kudus Sukses Selenggarakan Pameran Produk UMKM

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kudus Sukses Selenggarakan ...
Advertisement
Kejutan dari Soft Tenis! Beregu Putra Indonesia Sukses Sumbang Medali Perunggu

Kejutan dari Soft Tenis! Beregu Putra Indonesia Sukses Sumbang Medali Perunggu

20 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.