Telin Buka Empat Kerja Sama Strategis di BATIC 2026, Perkuat Konektivitas Digital Global
📅 Jumat, 28 Agu 2026, 17:50 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA – PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), perusahaan operasi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), memperkuat ekspansi bisnis digital internasional melalui empat kerja sama strategis dalam Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026. Kolaborasi tersebut melibatkan PEACE Cable International Network Co., Limited (PEACE), TM Forum, SM+, serta PT Graha Telekomunikasi Indonesia (GTI) dari Remala Group yang berada di bawah Djarum Group.
Keempat kerja sama tersebut mencakup Letter of Intent (LOI) dengan PEACE untuk pengembangan kapasitas konektivitas internasional, Open API & Open Digital Architecture (ODA) Manifesto bersama TM Forum, serta dua Memorandum of Understanding (MoU) dengan SM+ dan GTI. Kesepakatan itu diarahkan untuk memperluas jaringan konektivitas, mendorong penerapan standar digital terbuka, sekaligus mengintegrasikan kapabilitas data center dengan infrastruktur telekomunikasi internasional.
CEO Telin Abdul Rahman Ansyori mengatakan perkembangan industri digital membuat kebutuhan pelanggan terhadap konektivitas dan layanan terintegrasi semakin meningkat.
“Industri digital terus bergerak menuju ekosistem yang semakin terkoneksi, dan kebutuhan pelanggan ikut berkembang seiring dengan itu,” ujar Abdul Rahman.
Menurutnya, penguatan kapabilitas global tidak lagi sebatas memperluas jaringan, tetapi juga membangun koneksi antara teknologi, platform, dan berbagai pelaku industri. Ia menilai empat kerja sama yang terjalin dalam BATIC 2026 menjadi bagian dari strategi Telin untuk menciptakan peluang pertumbuhan baru bagi perusahaan, TelkomGroup, dan mitra bisnis.
Sebaiknya Anda baca juga:
Salah satu kerja sama strategis dilakukan Telin in Singapore dengan PEACE melalui penandatanganan LOI untuk menambah sumber daya konektivitas sekitar 1,4 Terabit per second (Tbps). Kapasitas tersebut akan digunakan pada sejumlah rute strategis yang menghubungkan kawasan Asia, Afrika, dan Eropa, termasuk rencana pengembangan dark spectrum resources pada rute Mesir-Prancis serta kapasitas end-to-end yang mendukung konektivitas lintas Mesir.
Penambahan kapasitas tersebut dinilai penting seiring meningkatnya kebutuhan bandwidth internasional akibat pertumbuhan layanan cloud, data center, kecerdasan artifisial (AI), dan berbagai aplikasi digital. Kolaborasi Telin dan PEACE diharapkan dapat memperkuat ketersediaan konektivitas yang andal sekaligus meningkatkan kapasitas layanan pada jalur internasional yang menjadi bagian penting dari ekosistem digital global.
Di sisi teknologi, Telin juga menandatangani Open API & Open Digital Architecture (ODA) Manifesto bersama TM Forum sebagai bagian dari agenda transformasi digital perusahaan. Melalui komitmen tersebut, Telin akan mengadopsi ODA dan Open APIs sebagai fondasi penting dalam arsitektur perangkat lunaknya guna meningkatkan interoperabilitas, fleksibilitas, serta efisiensi integrasi antarplatform.
Sebaiknya Anda baca juga:
Chief of Product Telin Azmal Yahya mengatakan penerapan arsitektur terbuka menjadi langkah penting untuk membangun fondasi teknologi yang lebih adaptif.
“Adopsi Open Digital Architecture dan Open APIs menjadi langkah penting dalam perjalanan transformasi digital Telin,” kata Azmal.
Sementara itu, TM Forum menilai penggunaan standar digital yang terbuka dapat membantu perusahaan mempercepat inovasi dan menyederhanakan proses integrasi dengan berbagai mitra. Chief Technology Officer TM Forum George Glass mengatakan komitmen Telin terhadap ODA dan Open APIs dapat mendukung pola kerja yang lebih efisien sekaligus memperluas peluang kolaborasi dalam ekosistem global.
Selain konektivitas, Telin memperluas kerja sama pada sektor infrastruktur digital melalui MoU dengan SM+. Kolaborasi tersebut menggabungkan jaringan konektivitas global Telin dengan kapabilitas data center SM+ untuk membuka peluang pengembangan layanan colocation dan menjangkau pelanggan baru di pasar internasional.
Melalui kerja sama tersebut, Telin akan membantu SM+ memperluas jangkauan solusi data center colocation melalui jaringan global yang dimiliki perusahaan. Sebaliknya, Telin akan mendukung SM+ dan pelanggan mereka dengan menyediakan solusi konektivitas internasional, termasuk melalui portofolio layanan seperti TNEX, untuk menghubungkan pelanggan ke berbagai pasar utama dunia.
Telin juga menandatangani MoU dengan PT Graha Telekomunikasi Indonesia (GTI) untuk mengeksplorasi kapasitas fiber pair dalam BSCS Fiber Pair Project. Kolaborasi tersebut menjadi kerangka awal bagi kedua perusahaan untuk mengembangkan peluang konektivitas internasional sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur berkapasitas tinggi dan resilien.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!