Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Feel Good Network Sambut Lengua sebagai Social-First Creative Agency .

📅 Rabu, 26 Agu 2026, 18:39 WIB | Oleh:
Feel Good Network Sambut Lengua sebagai Social-First Creative Agency . Doc: Koran Jakarta/M.Fachri
Ket. Feel Good Network menyambut Lengua sebagai social-first creative agency untuk memperkuat ekosistem kreatif dan menghadirkan strategi komunikasi berbasis sosial media.

Lengua memperkuat kemampuan jaringan dalam membantu brand membangun relevansi, memperkuat koneksi dengan audiens, dan mendorong pertumbuhan di tengah lanskap sosial yang semakin kompleks.

Feel Good Network mengumumkan bahwa Lengua, sebuah social-first creative agency, kini menjadi bagian dari ekosistem kreatif independennya yang terus berkembang. Bergabungnya Lengua memperkuat kapabilitas jaringan dalam strategi media sosial, produksi konten, storytelling yang dirancang secara native untuk setiap platform, serta engagement berbasis creator.

Langkah ini hadir di tengah kondisi ketika media sosial telah menjadi salah satu ruang paling kompleks sekaligus berpengaruh bagi brand masa kini. Audiens bergerak dengan cepat, platform terus mengalami perubahan, dan algoritma memberikan respons berbeda terhadap berbagai bentuk perilaku di setiap platform. Apa yang berhasil di TikTok belum tentu berhasil di Instagram. Konten yang mampu meraih jangkauan belum tentu dapat membangun kepercayaan. Begitu pula dengan sesuatu yang mampu menarik perhatian, belum tentu berhasil menciptakan makna bagi sebuah brand.

Bagi brand, hal ini berarti media sosial tidak lagi dapat diperlakukan sekadar sebagai saluran distribusi di tahap akhir sebuah kampanye. Media sosial perlu menjadi bagian dari proses kreatif dan strategis sejak awal, dengan memahami kesenjangan antara bagaimana brand berkomunikasi dan bagaimana masyarakat sebenarnya berpikir, berbicara, serta berpartisipasi dalam budaya.

Lengua membawa perspektif social-first tersebut ke dalam Feel Good Network. Agensi ini dibangun untuk membantu brand memahami karakter dan bahasa dari setiap platform, mengidentifikasi kesenjangan budaya sebagai peluang kreatif, membentuk konten berdasarkan perilaku audiens yang nyata, serta menciptakan karya yang mampu memenangkan perhatian di tengah scrolling tanpa kehilangan identitas brand.

CASE STUDY SPOTLIGHT

Grab Indonesia: Mengubah Pemahaman Sosial Menjadi Momentum Budaya Sejak 2024, Lengua telah bekerja sama dengan Grab dalam lebih dari 40 kampanye, menghubungkan strategi, KOL, storytelling yang native terhadap platform, serta konten kreatif di seluruh ekosistem media sosial brand.

Kemitraan ini berangkat dari pemahaman mengenai bagaimana perilaku masyarakat di media sosial membentuk persepsi di Indonesia, termasuk apa yang dipercaya, dibagikan, dan dianggap valid oleh masyarakat di dalam komunitas mereka.

Salah satu bentuk kolaborasi yang paling menonjol adalah #MelajuDenganSyantiek, yang mengubah program perekrutan pengemudi perempuan Grab dari sekadar pesan rekrutmen menjadi percakapan budaya yang lebih luas.

Dengan menempatkan para pengemudi perempuan sebagai tokoh utama dan memanfaatkan creator sebagai penguat pesan, kampanye ini menantang stereotip melalui storytelling yang autentik dan sesuai dengan karakter masing-masing platform. Kampanye tersebut menghasilkan 26,6 juta views, 8 juta reach, dan 1,3 juta engagements, sekaligus menarik lebih dari 20.000 prospek pengemudi perempuan dan menghasilkan estimasi ROI sebesar 2,82x.

AWARDS & RECOGNITION

Karya Lengua telah mendapatkan pengakuan melalui berbagai ajang penghargaan industri tingkat regional, termasuk Hashtag Asia Awards dan Content Marketing Awards Asia-Pacific (CMAA).

Sepanjang 2026, Lengua berhasil meraih 16 penghargaan dari kedua ajang tersebut, yang terdiri dari 2 Gold, 4 Silver, dan 10 Bronze. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kemampuan Lengua dalam menerjemahkan pemikiran social-first menjadi karya kreatif yang memberikan dampak bermakna.

“Bergabungnya Lengua bukan sekadar tentang memperluas layanan yang kami tawarkan. Ini adalah tentang memperkuat ekosistem yang telah kami bangun. Ketika brand menghadapi platform sosial yang semakin kompleks, mereka membutuhkan para spesialis yang memahami budaya, algoritma, creator, dan konten—semuanya terhubung dalam satu strategi pertumbuhan. Inilah peran yang akan dimainkan Lengua di dalam Feel Good Network,” ujar Wisnu Satya Putra, Co-Founder & CEO of Feel Good Network.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ribuan Penebang Tebu Sambut Mentan Amran, Diajak Dukung Swasembada Gula Nasional.
    Preview komentar:
    swasambada gula juga tidak kalah pentingnya dari swasembada ...
  • Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional
    Preview komentar:
    Sebagai praktisi yang sering berinteraksi dengan sektor distribusi ...
  • Industri Halal Dinilai Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia.
    Preview komentar:
    Membaca ulasan komprehensif ini memberikan perspektif baru yang ...
Ribuan Penebang Tebu Sambut Mentan Amran, Diajak Dukung Swasembada Gula Nasional.

Ribuan Penebang Tebu Sambut Mentan Amran, Diajak Dukung Swasembada Gula Nasional.

26 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.