Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Berakhir Masa Kepengurusan, Iperindo Gelar RUA di Jakarta

📅 Rabu, 26 Agu 2026, 16:24 WIB | Oleh:
Berakhir Masa Kepengurusan, Iperindo Gelar RUA di Jakarta Doc: Dok. Istimewa

JAKARTA - Institusi Perkapalan dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) menggelar Rapat Umum Anggota (RUA) tahun 2026 di Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026 menyusul berakhirnya kepengurusan periode 2022-2026.

RUA dengan tema transformasi galangan kapal nasional dengan kemandirian teknologi maritim untuk menghadapi kompetisi global penyusunan program kerja, AD ART, program kerja dan pemilihan ketua umum periode 2026-2030.

Ketua Iperindo periode 2022-2026 Anita Puji Utami dalam laporannya mengatakan penguatan armada nasional tidak dapat dipisahkan dari penguatan industri galangan kapal dalam negeri. 

"Jka Indonesia ingin menjadikan kapal Merah Putih sebagai tuan di negeri sendiri, maka kebutuhan kapal nasional harus semakin banyak direncanakan, didesain, dan dibangun oleh industri galangan nasional," katanya di Jakarta, Rabu (26/8). 

Saat ini, galangan kapal Indonesia memiliki kapasitas pembangunan hingga 1.200 unit kapal per tahun, dengan fasilitas pembangunan kapal berukuran besar hingga 100.000 DWT, serta kapasitas reparasi mencapai sekitar 36.000 dock space per tahun.

Kemampuan tersebut didukung pengalaman panjang galangan nasional dalam membangun berbagai jenis dan ukuran kapal.

Industri galangan Indonesia telah mampu mengerjakan kapal tanker, Ro-Ro passenger, kapal perang, kapal selam, kapal patroli, kapal offshore, kapal kontainer, general cargo, serta berbagai kapal khusus lainnya. 

"Kemampuan mulai dari perencanaan, desain, engineering hingga konstruksi tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat kemandirian industri maritim Indonesia," katanya.

Dengan kapasitas dan pengalaman tersebut, pemerintah sudah seharusnya mengoptimalkan kemampuan galangan nasional dengan memastikan kebutuhan kapal dalam negeri dibangun di Indonesia sesuai kemampuan industri. 

"Membangun kapal di dalam negeri bukan sekadar menghasilkan alat transportasi laut. Di belakang pembangunan sebuah kapal terdapat mata rantai industri yang panjang, mulai dari baja, mesin, kelistrikan, elektronika, navigasi, perpipaan, pengecatan, desain, engineering hingga berbagai industri komponen," katanya. 

Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Setia Diarta dalam arahan yang dibacakan Sekditjen Ilmate Feby S. Hariyono mengatakan industri perkapalan nasional memiliki peluang besar untuk terus tumbuh dan meningkatkan daya saing. 

Setia mengungkapkan posisi industri galangan kapal Indonesia di kawasan Asia Tenggara semakin kuat. Berdasarkan analisis OECD untuk produksi kapal di atas 100 GT, pangsa produksi galangan kapal Indonesia meningkat dari sekitar 26 persen pada 2010 menjadi 40 persen pada 2025. 

"Peluang tersebut semakin besar karena volume bongkar-muat barang melalui angkutan laut selama 2022–2025 tumbuh rata-rata 4,85 persen per tahun, sementara angkutan penumpang tumbuh 12,66 persen," katanya.

Namun demikian, industri perkapalan nasional masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari tingginya nilai impor kapal, kebutuhan percepatan teknologi produksi hingga akses pembiayaan. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Ekonomi
Keren, Pelita Air Raih Top ...
Advertisement
Menunggu Giant Sea Wall untuk Tawarkan Air Laut

Menunggu Giant Sea Wall untuk Tawarkan Air Laut

18 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.