Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

3.823 Hektare Padi di Tanah Bumbu, 800 Hektare Terdampak Kemarau Panjang.

3 Rabu, 26 Agu 2026, 11:19 WIB | Oleh:
3.823 Hektare Padi di Tanah Bumbu, 800 Hektare Terdampak Kemarau Panjang. 3.823 Hektare Padi di Tanah Bumbu, 800 Hektare Terdampak Kemarau Panjang. Doc: Antara Foto
Ket. Dampak kemarau panjang, 200 hektare padi di Tanah Bumbu terancam gagal panen.

Seluas 800 hektare dari 3.823 hektare tanaman padi di sejumlah wilayah di Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan terdampak kemarau panjang, dan sekitar 200 hektare diantaranya terancam gagal panen.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Tanah Bumbu Robby Chandra, mengatakan tanaman padi seluas 3.823 hektare tersebut ditanam periode Juli-Agustus.

"Lahan 800 hektare tersebut tersebar di empat kecamatan yakni, Kecamatan Batulcin mencapai 19 hektare, Kecamatan Kusan Hulu tujuh hektare, Kusan Tengan 491 hektare, di Kecamatan Kusan hilir 283 hektare," katanya di Batulicin, Rabu.

Dia menjelaskan, seluas 200 ha sawah yang terancam gagal panen tersebut kondisinya terlihat tanahnya mengering dan retak.

"Kalau tidak segera ada hujan, dikhawatirkan tanaman padi itu mengering dan mati, sehingga gagal panen," katanya.

Tanaman padi yang baru berumur sekitar dua bulan lebih itu daunnya mulai terlipat atau tergulung, ujung daun mengering, pertumbuhan terhambat, dan jumlah anakan berkurang dan kering akibat kurangnya pasokan air.

Menurutnya, musim tanam pada periode April hingga September  merupakan waktu yang bagus untuk menanam padi.

Namun karena tahun ini ada anomali penyimpangan iklim atau El Nino, sehingga petani yang menanam padi pada periode Juli kini mengalami kekeringan.

Beda halnya dengan daerah atau sawah yang dekat dengan sumber air seperti bantaran sungai, ketersediaan pasokan air yang melimpah para petani dapat memenuhi kebutuhan air sawah menggunakan mesin pompa.

"Jika kebutuhan air pada padi terpenuhi maka tanaman tersebut mampu menghasilkan gabah kurang lebih mencapai 4,2 ton per hektare. Sedangkan tanaman yang terdampak kemarau kemungkinan hasil panen sekitar 2,5 kwintal per hektare," terang Robby.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.