Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Zakat dan Wakaf Harus Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Penerima Manfaat.

📅 Jumat, 18 Sep 2026, 04:57 WIB | Oleh:
Zakat dan Wakaf Harus Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Penerima Manfaat. Doc: Antara Foto
Ket. Rektor UIN Ar Raniry Prof Mujiburrahman membuka 4th Aceh International Symposium on Zakat and Waqf (AISZAWA) 2026 di Darussalam, Kamis (17/9)

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Mujiburrahman menyatakan zakat dan wakaf harus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat penerima manfaat.

"Pengelolaan zakat dan wakaf tidak boleh berhenti pada wacana akademik, tetapi harus berujung pada manfaat yang dirasakan masyarakat," kata Mujiburrahman saat membuka 4th Aceh International Symposium on Zakat and Waqf (AISZAWA) 2026 di Darussalam, Kamis.

Ia menjelaskan jihad akademik yang dihasilkan dalam forum tersebut baru dikatakan bermakna kalau berdampak kepada umat, masyarakat, bangsa, dan negara.

Ia mengatakan dalam forum tersebut mempertemukan akademisi, praktisi, pembuat kebijakan, mahasiswa, serta berbagai pemangku kepentingan dari Indonesia, Malaysia, dan Filipina guna membahas penguatan keuangan sosial Islam melalui inovasi, tata kelola, dan kolaborasi lintas negara.

Mujiburrahman menilai hasil penelitian dan diskusi akademik harus dapat menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.

Mujiburrahman mencontohkan pengelolaan dana umat melalui Islamic Trust Fund (ITF) Ar-Raniry. Lembaga tersebut dibentuk untuk membantu mahasiswa yang menghadapi persoalan ekonomi dan berisiko berhenti kuliah.

Dalam empat tahun terakhir, Mujiburrahman mengatakan ITF telah membantu biaya UKT dan beasiswa bagi lebih dari 2.000 mahasiswa. Total dana yang disalurkan hampir Rp5 miliar.

Dana itu berasal dari zakat, infak, sedekah, dan wakaf uang yang dihimpun dari sivitas akademika UIN Ar-Raniry dan masyarakat.

Mujiburrahman mengatakan zakat dan wakaf memiliki fungsi yang lebih luas dari pada sekadar instrumen ibadah dan amal.

Keduanya, kata dia, dapat digunakan untuk membantu pengentasan kemiskinan, memperluas akses pendidikan, memberdayakan ekonomi, dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

"Zakat dan wakaf bukan lagi sekadar instrumen ibadah ritual individu. Di era modern ini, keduanya telah bertransformasi menjadi pilar strategis ekonomi umat," ujarnya.

Menurut dia, pengelolaan zakat dan wakaf masih menghadapi persoalan tata kelola, regulasi, literasi masyarakat, serta pemanfaatan teknologi digital.

Dekan FEBI UIN Ar-Raniry, Prof Dr Azharsyah Ibrahim mengatakan zakat dan wakaf perlu bergeser dari orientasi amal menuju pemberdayaan.

Menurut dia, AISZAWA 2026 menyoroti tiga hal, yakni inovasi, tata kelola, dan kolaborasi global. Aceh, memiliki sejumlah modal untuk mengembangkan keuangan sosial Islam, di antaranya keberadaan Baitul Mal, potensi wakaf, lembaga keuangan syariah, dukungan regulasi, perguruan tinggi, serta masyarakat yang memiliki tradisi filantropi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
Luar Negeri
3 Pekan Pulang ke Inggris, ...
Megapolitan
Mengulik Kekhasan Lokal lew...
Advertisement
Kisah Si Doel Bukan Hanya soal Jakarta, Tapi Tentang Bagaimana Masyarakat Betawi Tetap Miliki Tempat

Kisah Si Doel Bukan Hanya soal Jakarta, Tapi Tentang Bagaimana Masyarakat Betawi Tetap Miliki Tempat

17 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.