Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hyundai Akhirnya Capai Kesepakatan dengan Buruh Usai Mogok, Gaji Naik dan Bonus 4 Bulan

📅 Selasa, 25 Agu 2026, 14:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hyundai Akhirnya Capai Kesepakatan dengan Buruh Usai Mogok, Gaji Naik dan Bonus 4 Bulan Doc: Antara
Ket. Foto udara Pabrik Hyundai.

Seoul - Produsen otomotif Korea Selatan Hyundai Motor dan serikat pekerja yang mewakili karyawannya mencapai kesepakatan sementara mengenai kenaikan upah dan bonus. Kesepakatan itu dicapai pada Selasa (25/8) setelah aksi mogok kerja penuh selama satu hari.

Menurut data serikat pekerja, sekitar 40.000 karyawan dari total sekitar 73.000 pekerja Hyundai di dalam negeri melakukan mogok pada Jumat. Aksi tersebut menjadi mogok kerja penuh pertama yang dilakukan pekerja Hyundai dalam satu dekade terakhir.

Serikat pekerja pada Senin mengatakan telah kembali melakukan perundingan dengan perusahaan dan menunda aksi mogok dengan durasi lebih singkat yang sebelumnya direncanakan berlangsung pekan ini.

Hyundai pada Selasa menyatakan kedua pihak telah mencapai "kesepakatan sementara". Sementara itu, serikat pekerja mengatakan perusahaan telah menyetujui sebagian tuntutan mereka.

"Kami sepakat untuk menaikkan gaji pokok bulanan sebesar 100.000 won atau sekitar 72 dolar AS dan memberikan bonus setara dengan empat bulan gaji," kata serikat pekerja kepada AFP dalam sebuah pernyataan.

Perusahaan juga menyetujui tuntutan lainnya mengenai kenaikan usia pensiun setelah pemerintah mengesahkan undang-undang yang menaikkan usia pensiun nasional dari 60 tahun menjadi 65 tahun.

Serikat pekerja mengatakan Hyundai juga tidak akan menerapkan sistem wage peak, yaitu skema yang secara bertahap mengurangi gaji pekerja yang lebih tua pada tahun-tahun terakhir sebelum pensiun, setelah usia pensiun diperpanjang.

Para anggota serikat pekerja akan melakukan pemungutan suara terhadap proposal tersebut pada 31 Agustus.

"Kami mengakui komitmen para karyawan dan menghargai upaya tim perunding kedua belah pihak dalam mencapai kesepakatan sementara ini," kata juru bicara Hyundai kepada AFP.

Ia juga mengatakan kedua pihak mengakui bahwa teknologi canggih seperti "AI fisik (physical AI) dan robotika merupakan bagian penting" dari masa depan mobilitas.

Pekerja Hyundai telah melakukan aksi mogok selama total 60 jam sepanjang tahun ini. Menurut perhitungan kantor berita lokal Newsis, aksi tersebut menyebabkan kerugian yang diperkirakan mencapai sekitar 1,6 miliar dolar AS.

Hyundai mencatat pendapatan kuartal II 2026 sebesar 49,2 triliun won, yang merupakan rekor tertinggi. Namun, laba operasional perusahaan turun 20,8 persen secara tahunan di tengah melemahnya penjualan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Megapolitan
Kemenaker Apresiasi Program...
Luar Negeri
AS Beri Sanksi Ekonomi ke I...
Megapolitan
Disperpusip Lebak Sebut Per...
Daerah
Polisi Berhasil Menangkap T...
DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.