Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Catatan Waktu Masih Terus Menjadi Fokus Ni Made

📅 Jumat, 24 Jul 2026, 13:01 WIB | Oleh:
Catatan Waktu Masih Terus Menjadi Fokus Ni Made Doc: ist
Ket. memperbaiki waktu

JAKARTA -  Untuk mengejar prestasi, atlet panjat tebing Desak Made Rita Kusuma Dewi masih harus mengejar catatan waktu agar lebih baik. Dia kini sedang fokus untuk terus memperbaiki catatan waktu guna mempertahankan peringkat satu dunia pada disiplin speed putri berdasarkan Federasi Panjat Tebing Internasional (IFSC).

“Saya lebih ke meningkatkan kapasitas dalam memanjat ya, meningkatkan catatan waktu,” ucap Desak usai pertemuan dengan Gubernur Bali Wayan Koster di Denpasar, Jumat.

Sebelum tampil di World Climbing Series (WCS) Chamonix 2026, Desak Made memenangkan World Climbing Series Krakow Polandia dan mengumpulkan 3.670 poin sehingga meraih peringkat pertama.

Sementara untuk catatan waktu terbaiknya adalah 6,07 detik di World Climbing Asia Championship (WCAC) 2026 di Meishan, Tiongkok. “Catatan waktu terbaik saya di kompetisi 6,07 detik, jadi kalau bisa agar di bawah 6,07 detik,” kata dia.

Atlet asal Kabupaten Buleleng itu menyadari ia harus berlatih lebih keras untuk mempertahankan posisi ini, mengingat atlet panjat tebing di negara-negara lain semakin menunjukkan catatan waktu yang cepat.

Ini juga membuatnya cukup kesulitan menyandingkan siapa lawan terberat, sebab persaingan di kategori speed putri sangat ketat dan dibarengi dinamisnya regenerasi atlet.

“Semua negara itu persaingannya sudah sangat ketat, semuanya sudah bisa mencatat waktu 6,5 ke bawah, jadi sekarang lebih ke keyakinan pada diri sendiri bagaimana fokus. Kalau sudah fokus pada diri sendiri saya yakin saya bisa,” ujarnya.

Selain meningkatkan kapasitas memanjat lewat catatan waktu, Desak juga harus terus aktif mengikuti kompetisi-kompetisi seri World Cup. Setelah cuti beberapa waktu ini ia akan kembali fokus untuk kompetisi terdekat yaitu Asian Games.

“Mungkin saya akan fokus ke Asian Games dulu, setelah Asian Games, mungkin kalau ada lagi seri World Cup yang saya lihat masih ada di Amerika dan di China, di situ mengejarnya,” tutur atlet panjat tebing berusia 25 tahun itu.

Dalam pertemuannya dengan Gubernur Bali, Desak Made juga mendorong dukungan untuk regenerasi atlet panjat tebing di Bali.

Menurut dia saat ini sudah semakin banyak atlet muda pada disiplin yang sama mulai mengikuti jejaknya, sehingga yang paling dibutuhkan untuk mendukung kapasitas atlet adalah fasilitas latihan.

“Wah, regenerasi sudah mulai banyak, dengan postur tubuh, dengan kapasitas mereka memanjat, itu sudah banyak sekarang, Jadi saya berharap di Bali cepat dibangun dinding panjat bertaraf internasional, itu bisa menambah semangat atlet berlatih,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
Olahraga
NBA dan FIBA Tetap Berkomit...
Olahraga
Alcaraz Merasa Segar Secara...
Nasional
Menakar Ruang Kebijakan di ...
Advertisement
Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.