Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

📅 Senin, 24 Agu 2026, 15:00 WIB | Oleh:
Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis Doc: Epy Wahab/RRI

JAKARTA - Pemerintah memastikan korban gempa bumi di NTT tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mengganti dokumen kependudukan yang hilang maupun rusak akibat bencana. Kebijakan tersebut, mencakup pencetakan ulang KTP-el, Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, serta sejumlah dokumen penting lainnya.

Mendagri Tito Karnavian mengatakan Ditjen Dukcapil Kemendagri akan dilibatkan langsung dalam proses pemulihan dokumen warga terdampak. Ia meminta, jajaran Dukcapil berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar pelayanan pencetakan ulang dapat segera dilakukan.

“Saya akan segera perintahkan kepada Dirjen Dukcapil yang menangani urusan data kependudukan ini. Untuk koordinasi dengan Dukcapil kabupaten dan provinsi,” kata Tito dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (24/8).

Tito menggaransikan petugas Dukcapil akan turun langsung ke wilayah terdampak untuk membantu masyarakat. Mengingat, sebagian warga kemungkinan kehilangan dokumen administrasi akibat tertimpa bangunan, rusak, maupun tidak dapat diselamatkan saat gempa terjadi.

Menurut Tito, proses penerbitan kembali dokumen kependudukan relatif mudah. Karena, sebagian besar data penduduk telah tersimpan secara digital pada sistem Dukcapil Kemendagri.

“(Pencetakan ulang) itu sangat mudah sekali dilakukan, kenapa?, karena semua data yang ada, 290 juta (penduduk) Indonesia. Hampir 98 persen datanya ada di server Kementerian Dalam Negeri, Dukcapil Kemendagri,” ucap Tito.

Selain sistem digital, Ditjen Dukcapil juga telah menggunakan teknologi face recognition atau pengenalan wajah. Teknologi tersebut diharapkan semakin mempermudah proses identifikasi warga ketika melakukan penggantian dokumen kependudukan.

Pemerintah tidak hanya menyiapkan penggantian KTP-el, KK, dan akta kelahiran. Tito juga berencana, berkoordinasi dengan Kementerian ATR/BPN untuk membantu warga yang kehilangan dokumen terkait kepemilikan tanah.

Dokumen kendaraan dan identitas pengemudi juga menjadi perhatian pemerintah. Tito mengatakan, akan berkomunikasi dengan Polri agar korban gempa NTT dapat memperoleh kembali BPKB, STNK, dan SIM yang hilang atau rusak.

“Informasinya akan saya sampaikan kepada Menteri ATR/BPN dan juga kepada Kepolisian. Karena apa, waktu seperti di Aceh, di Sumatra Utara, Sumatera Barat, kita semua tiga ini turun. Ini dokumen-dokumen penting,” ujar Tito.

Seluruh proses pencetakan ulang dokumen penting tersebut, ia memastikan, tidak akan membebani korban gempa dengan biaya tambahan. Tito menilai warga yang sedang menghadapi dampak bencana harus mendapatkan kemudahan pelayanan dari pemerintah.

“Orang lagi susah jangan dibikin susah lagi, kita bantu. Dan juga dari saya akan sampaikan juga kepada Bapak Kapolri,” kata Tito. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Megapolitan
Parkir Rp60.000 per Jam Bik...
Ekonomi
Di BNI WondrX 2026, BNI Sek...
Megapolitan
Berlatih menari balet di Ga...
Daerah
Gunung Anak Krakatau Erupsi...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.