Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

📅 Senin, 24 Agu 2026, 14:49 WIB | Oleh:
KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed Doc: RRI/Chairul Umam

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong penguatan integritas dan tata kelola perguruan tinggi. Hal tersebut dilakukan menyusul terungkapnya dugaan korupsi dalam penerimaan mahasiswa baru di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).

Jubir KPK, Budi Prasetyo, mengatakan korupsi di sektor pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pelanggaran hukum. Praktik tersebut juga dapat memengaruhi tradisi akademik serta hak generasi muda untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas dan berintegritas.

“Karena itu, korupsi yang terjadi di sektor pendidikan bukan sekadar pelanggaran hukum. Melainkan ancaman serius terhadap tradisi akademik dan masa depan Indonesia,” kata Budi dalam keterangannya pada Senin (24/8).

Menurut Budi, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam pengembangan ilmu pengetahuan, dan pencetakan calon pemimpin masa depan. Tidak hanya menjadi ruang transfer ilmu, tetapi juga membangun budaya kejujuran, tanggung jawab, dan integritas.

Budi mengatakan, pemberantasan korupsi di lingkungan perguruan tinggi perlu dilakukan melalui pendekatan penindakan, pencegahan, dan pendidikan antikorupsi. Penegakan hukum tetap diperlukan untuk memastikan akuntabilitas, sementara pencegahan dan pendidikan menjadi bagian upaya membangun sistem secara berkelanjutan.

KPK juga terus mendorong penguatan tata kelola perguruan tinggi yang transparan dan akuntabel. Penguatan dilakukan mulai dari pengelolaan anggaran, pengadaan barang dan jasa, proses akademik, hingga tata kelola sumber daya manusia.

“Integritas tidak boleh hanya diajarkan di ruang kelas. Tetapi harus diwujudkan dalam praktik dan budaya kelembagaan sehari-hari,” ujar Budi.

Sebagai bagian dari penguatan integritas perguruan tinggi pada tahun 2022, KPK telah menjalin kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi. KPK bersama sejumlah pimpinan perguruan tinggi dan guru besar membentuk Program Penguatan Integritas Ekosistem Perguruan Tinggi Negeri (PIEPTN).

Program tersebut diluncurkan melalui Forum PIEPTN di Yogyakarta pada 14-15 November 2022. Forum itu dihadiri 109 pimpinan dari 85 perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi keagamaan negeri.

Dalam forum tersebut, peserta merumuskan 12 area risiko korupsi. Serta, delapan perangkat antikorupsi untuk memperkuat integritas di lingkungan perguruan tinggi.

Budi mengatakan Unsoed juga menjadi salah satu perguruan tinggi yang mengikuti asesmen mandiri dalam program tersebut. Hasil asesmen memberikan sejumlah rekomendasi penguatan pada area pembelajaran, penerimaan mahasiswa baru, dan akreditasi.

Budi berharap peristiwa tertangkap tangan yang terjadi di Unsoed dapat menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pemangku kepentingan di sektor pendidikan. Menurut dia, penguatan sistem dan komitmen terhadap integritas perlu terus dilakukan agar persoalan serupa dapat dicegah.

“Permasalahan yang terungkap dalam peristiwa tertangkap tangan di Unsoed ini menjadi cambuk bagi kita semua. Yaitu, untuk melihat kembali komitmen-komitmen kita, dan merespons dengan langkah perbaikan yang nyata, menyeluruh, dan lebih serius,” kata Budi.

Ia berharap integritas dapat semakin mengakar sebagai bagian dari tradisi akademik. Serta, kehidupan sehari-hari di lingkungan pendidikan. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

1.5 jam yang lalu | Marcellus Widiarto

Megapolitan
Parkir Rp60.000 per Jam Bik...
Ekonomi
Di BNI WondrX 2026, BNI Sek...
Megapolitan
Berlatih menari balet di Ga...
Daerah
Gunung Anak Krakatau Erupsi...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.