Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

📅 Senin, 24 Agu 2026, 15:15 WIB | Oleh:
Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau Doc: Instagram @bintanfarmland

JAKARTA – Agrowisata petik anggur mulai menjadi alternatif destinasi wisata di sejumlah wilayah Indonesia. Pengunjung dapat menikmati buah sekaligus mengenal proses budidaya tanaman secara langsung.

Staf Marketing Pesona Bay Sungailiat, Mayly Maytirkha, mengatakan wisata petik anggur dibuka ketika buah siap dipanen. Pengelola mengumumkan waktu panen melalui media sosial untuk menarik pengunjung.

“Kalau memang sudah siap petik, kita baru publis di sosmed. Tapi kalau (pengunjung) mau masuk untuk sekadar berfoto ataupun lihat-lihat saja boleh,” ujar Mayly, Minggu (23/8).

Pesona Bay memiliki 14 jenis anggur dengan harga petik sekitar Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per kilogram. Tingginya antusiasme pengunjung bahkan membuat persediaan buah sempat habis ketika wisata tersebut ramai.

“Karena masih cukup jarang kalau di daerah kita ini, budidaya anggur sendiri. Dan kebetulan lagi ada proyek pelebaran buat wisata buah sendiri di belakang (hotel),” kata Mayly.

Pengembangan tersebut mencakup penanaman stroberi dan sejumlah tanaman lain seperti pepaya, kelengkeng, jeruk, serta durian. Langkah tersebut diharapkan menambah pilihan pengalaman bagi wisatawan yang berkunjung.

Sementara itu owner Bintan Farmland, Choery Jayadi, mengatakan kebunnya menerima pengunjung terutama ketika memasuki masa panen. Pengunjung tidak dikenakan tiket masuk dan dapat memilih buah untuk dicicipi sebelum membeli.

“Jadi masyarakat di sini bebas untuk masuk, petik buah yang dia mau cicip. Untuk panen pertama ini, stok buah habis oleh kunjungan wisatawan lokal,” ujar Choery.

Choery mengatakan pengunjung Bintan Farmland tidak hanya datang untuk menikmati buah dan berfoto. Sebagian pengunjung berusia 30 tahun ke atas juga tertarik mempelajari budidaya anggur untuk usaha.

“Kalau usia muda rata-rata mereka itu senang untuk berfoto, mencoba. Kalau usia 30 ke atas itu ingin belajar atau bertanya-tanya untuk usaha (budidaya anggur),” kata Choery.

Ia mengatakan pengembangan Bintan Farmland diarahkan menjadi kawasan edukasi sekaligus wisata petik buah. Area tersebut nantinya juga berpotensi dikembangkan dengan berbagai jenis tanaman buah lainnya.

Budidaya anggur di wilayah tropis memiliki sejumlah tantangan, terutama terkait kondisi iklim dan kualitas tanah. Mayly mengatakan tanaman membutuhkan perhatian khusus selama musim kemarau, terutama dalam penyiraman.

“Musim kemarau itu memang harus ekstra banget untuk penyiramannya. Apalagi di Bangka Belitung tanahnya tidak terlalu subur,” ujar Mayly.

Choery menambahkan perubahan cuaca dapat memicu hama dan memengaruhi kesehatan tanaman. Ia mengatakan keseimbangan air juga penting karena terlalu banyak atau sedikit air dapat mengganggu pertumbuhan anggur. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
Megapolitan
Parkir Rp60.000 per Jam Bik...
Daerah
Kabut asap batasi jarak pan...
Ekonomi
Di BNI WondrX 2026, BNI Sek...
Megapolitan
Berlatih menari balet di Ga...
Daerah
Gunung Anak Krakatau Erupsi...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.