Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG Catat 2.945 Hotspot di Sumatra, Ancaman Kebakaran Hutan Makin Serius

📅 Senin, 24 Agu 2026, 11:23 WIB | Oleh:
BMKG Catat 2.945 Hotspot di Sumatra, Ancaman Kebakaran Hutan Makin Serius Doc: Antara foto
Ket. Kondisi Kantor Walikota Pekanbaru yang diselimuti asap dengan kualitas udara sangat tidak sehat pada Senin (24/8).

PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru Provinsi Riau mendeteksi 2.945 titik panas (hotspot) di Pulau Sumatra berdasarkan pembaruan data pada pukul 07.00 WIB.

Prakirawan BMKG Pekanbaru, Senin, Gita Dewi S mengungkapkan bahwa sebaran titik panas ini tersebar di 10 provinsi, dengan jumlah tertinggi terdeteksi di Sumatera Selatan yang mencapai 1429 titik.

"Wilayah lain yang turut menyumbang angka tinggi adalah Provinsi Riau dengan 491 titik, Jambi 437 titik, Lampung 203 titik dan Bangka Belitung dengan 115 titik, disusul Aceh 114 titik, Sumatera Utara 64 titik, Kepulauan Riau 53 titik, Sumatera Barat 20 titik, dan Bengkulu 19 titik," katanya.

Sementara itu Provinsi Riau dengan 491 titik panas tersebar di 11 kabupaten/kota. Kabupaten Pelalawan menjadi area paling krusial di Riau dengan 239 titik panas, diikuti oleh Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 166 titik, dan Kabupaten Bengkalis 30 titik.

Selebihnya terdeteksi di Kabupaten Inderagiri Hulu (13), Rokan Hulu (12), Kampar (9), Rokan Hilir (8), Siak (7), Kuantan Singingi (4), serta Kota Dumai (3).

Akibat banyaknya titik panas ini jarak pandang di Pekanbaru pada Minggu (23/8) malam terpantau hanya 2,5 kilometer dengan kondisi berasap. Sedangkan kualitas udara pada dini hari dan pagi berdasarkan PM 2,5 dalam beberapa jam masuk kategori tidak sehat dan sangat tidak sehat.

Terkait hal itu, Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru juga menerapkan pembelajaran jarak jauh atau daring dari rumah kepada peserta didik. Kebijakan ini baru berlaku satu hari untuk tingkat pendidikan dari pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah pertama.

Diketahui dalam beberapa hari terakhir menurut Manggala Agni kebakaran lahan di Riau sudah menghanguskan 800 hektar lebih. Terbanyak di Kabupaten Indragiri Hulu seluas 471 hektare dan Pelalawan 300 ha serta Kabupaten Kampar puluhan hektare.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
  • Ekonomi Kreatif dan UMKM Jakarta Mulai Andalkan Cetak 3D untuk Produksi Skala Kecil
    Mengetahui fakta bahwa penggunaan filamen berbasis PLA yang ...
  • Industri Baterai Dipacu, Transisi Energi dan Ekonomi Digital Jadi Kunci
    Ulasan yang sangat komprehensif dari Koran Jakarta mengenai ...

JIEP Menata Ulang Program Prioritas

1.5 jam yang lalu | Sujar

Megapolitan
JIEP Menata Ulang Program P...
Luar Negeri
Perang Berskala Besar Makin...

Geser Pola Reaktif Menjadi Antisipatif

1.5 jam yang lalu | Lukman

Nasional
Geser Pola Reaktif Menjadi ...

Monako Jadi Salah Satu dari 10 Seri Sprint F1 Musim 2027

1.5 jam yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Monako Jadi Salah Satu dari...
Advertisement
Indonesia Resmi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Jadwal Lengkap Timnas Garuda

Indonesia Resmi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Jadwal Lengkap Timnas Garuda

16 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.