Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

📅 Senin, 24 Agu 2026, 13:39 WIB | Oleh:
Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah Doc: Antara foto
Ket. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo saat dijumpai di Balai Kota, Kamis (20/8).

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membakar sampah demi menjaga kebersihan udara di ibu kota, terutama saat musim kemarau.

"Saya meminta kepada masyarakat, terutama yang melakukan pembakaran, kemudian industri-industri yang masih menggunakan bahan bakarnya batu bara, kalau mereka tidak mengurangi, maka tekanan ke Jakarta akan semakin tinggi," kata Pramono di kawasan Jakarta Selatan, Senin.

Menurut dia, gerakan menggunakan kendaraan listrik sebenarnya sudah cukup masif di ibu kota. Bahkan, Presiden Prabowo Subianto sudah mencanangkan penggunaan motor listrik.

Kendati demikian, ia menilai polusi tidak akan sepenuhnya terselesaikan jika masih ada industri yang menggunakan bahan bakar batu bara dan masyarakat yang masih membakar sampah.

"Ini masih harus dijaga bersama-sama. Padahal, Jakarta ini penggunaan mobil listrik baik itu untuk bus maupun pribadi, sebenarnya gerakannya sudah cukup masif. Tetapi selama pembakaran dan juga penggunaan bahan bakar batu bara masih terjadi, menurut saya ini akan tetap terjadi (polusi)," ucap Pramono.

Sebelumnya, Pramono sempat mengungkapkan, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di kawasan Suralaya, Cilegon, Banten merupakan salah satu penyebab polusi udara Jakarta masih belum sepenuhnya tertangani.

Menurut dia, persoalan polusi Jakarta tidak hanya berasal dari kendaraan dan sektor transportasi. Ia menilai, aktivitas industri di wilayah sekitar Jakarta juga menjadi sumber emisi yang perlu diperhatikan.

Pramono mengatakan, salah satu persoalan yang perlu dikendalikan adalah industri di wilayah penyangga Jakarta yang masih menggunakan bahan bakar batu bara.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat upaya-upaya Pemerintah Jakarta dalam menekan emisi dari dalam Jakarta belum mampu menyelesaikan persoalan polusi udara.

Oleh karena itu, dia berharap persoalan emisi dari wilayah aglomerasi tidak hanya ditangani oleh Pemerintah Jakarta melainkan juga perlu berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mengatur industri di sekitar Jakarta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Ekonomi
Mulai 25 Oktober, UMKM Dapa...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.