Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

📅 Senin, 24 Agu 2026, 14:53 WIB | Oleh:
DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru Doc: Freepik

JAKARTA - Pemerintah diminta menyusun peta jalan guna memperluas basis wajib pajak secara terukur demi mengamankan penerimaan negara. Target penerimaan pajak dalam APBN 2026 telah ditetapkan pemerintah dengan nilai mencapai sebesar Rp2.357,7 triliun.

Realisasi penerimaan pajak hingga semester pertama baru menyentuh angka Rp1.035,7 triliun atau sekitar 43,9 persen. Pemerintah harus mengumpulkan sisa penerimaan pajak sebesar Rp1.322 triliun lagi hingga akhir tahun anggaran berjalan.

Anggota Komisi XI DPR RI, Anna Muawanah, memberikan rekomendasi strategi optimalisasi penerimaan negara di Jakarta. Pernyataan tertulis mengenai penambahan basis pajak baru tersebut disampaikan secara resmi pada Senin (24/8).

“Pemerintah memiliki waktu lima bulan terakhir 2026 untuk mengejar sekitar Rp1.140 triliun penerimaan pajak. Target ini bisa lebih realistis jika pemerintah memiliki peta jalan yang jelas untuk memperluas basis wajib pajak,” kata Anna, Senin (24/8).

Intensifikasi penagihan kepada wajib pajak patuh dinilai belum memadai untuk memperkuat struktur penerimaan kas keuangan negara. Pemerintah perlu mendata pelaku usaha serta kelompok masyarakat potensial yang belum terdaftar dalam sistem perpajakan.

Peluang perluasan basis Wajib Pajak (WP) harus tetap mengedepankan prinsip keadilan tanpa membebani dunia usaha. Anna menekankan pentingnya pemetaan wilayah potensial guna mengukur besaran potensi penerimaan kas negara secara akurat.

“Kita harus memiliki data mengenai sektor mana yang masih memiliki tax gap, wilayah mana yang potensinya besar. Kelompok usaha atau profesi apa yang belum optimal kepatuhannya, serta berapa potensi penerimaan yang bisa digali,” ujar Anna.

Pemetaan indikator potensi perpajakan dapat disusun berdasarkan jenis penghasilan, skala bisnis, hingga sektor usaha. Integrasi data lintas kementerian dan lembaga sangat dibutuhkan untuk menghasilkan profil potensi pajak secara komprehensif.

“Kita membutuhkan data wajib pajak yang akurat, tidak tumpang tindih, dan mampu menunjukkan siapa yang seharusnya sudah masuk. Jangan sampai masyarakat atau pelaku usaha justru terbebani akibat kesalahan klasifikasi,” ucap dia.

Pemerintah menaikkan target penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) pada RAPBN 2027 sebesar Rp1.277,7 triliun mendatang. Proyeksi penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan PPnBM tahun depan ditargetkan mampu menembus angka Rp1.126,1 triliun. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

1.5 jam yang lalu | Marcellus Widiarto

Megapolitan
Parkir Rp60.000 per Jam Bik...
Ekonomi
Di BNI WondrX 2026, BNI Sek...
Megapolitan
Berlatih menari balet di Ga...
Daerah
Gunung Anak Krakatau Erupsi...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.