LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan
📅 Senin, 24 Agu 2026, 15:30 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan pembangunan LRT Jakarta rute Velodrome-Manggarai telah mendekati tahap akhir dan siap memasuki fase pengoperasian penuh. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama jajaran Pemprov DKI dan Protokol Istana melakukan pengecekan kesiapan layanan tersebut di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta Selatan, Senin (24/8).
Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan menjelang rencana peresmian LRT Jakarta rute Velodrome-Manggarai oleh Presiden Prabowo Subianto. Pemprov DKI Jakarta mengusulkan 26 Agustus 2026 sebagai jadwal peresmian, dengan pelaksanaan tetap menyesuaikan agenda Presiden.
Pramono mengatakan pekerjaan utama konstruksi LRT Jakarta, terutama pembangunan rel dan jalur layang, telah dinyatakan selesai sepenuhnya. Sementara itu, tahap yang masih berlangsung saat ini adalah proses pengujian yang dilakukan pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan.
"Secara keseluruhan untuk pembangunan ataupun penyelesaian LRT ini, yang pertama yang berkaitan dengan rel dan juga jalur layang, ini sudah selesai 100 persen," ujar Pramono saat berada di Stasiun LRT Manggarai.
Berdasarkan perkembangan terbaru, progres fisik proyek LRT Jakarta rute Velodrome-Manggarai telah mencapai 98,20 persen. Setelah resmi beroperasi, layanan LRT Jakarta akan melayani penumpang setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 24.00 WIB.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rute baru tersebut memperpanjang lintasan LRT Jakarta menjadi 12,2 kilometer dengan total 11 stasiun. Perjalanan dari Kelapa Gading menuju Manggarai diperkirakan hanya membutuhkan waktu sekitar 28 menit, sementara nilai investasi proyek mencapai Rp12,1 triliun.
Pemprov DKI Jakarta memperkirakan jumlah pengguna LRT pada masa awal pengoperasian rute Velodrome-Manggarai berada di kisaran 60.000 hingga 80.000 penumpang per hari. Kehadiran jalur tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi LRT sebagai salah satu moda utama dalam sistem transportasi publik Jakarta.
"Kalau sudah tersambung dari Kelapa Gading sampai dengan Manggarai, kurang lebih antara 60 sampai 80 ribu penumpang di tahap-tahap awal," kata Pramono. Ia menilai keterhubungan lintasan tersebut akan membuat LRT semakin berperan dalam mendukung pengaturan mobilitas masyarakat di Jakarta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk menarik masyarakat menggunakan transportasi publik, Pemprov DKI menetapkan tarif awal LRT sebesar Rp5.000 secara flat hingga Oktober 2026. Tarif tersebut masih akan menunggu pembahasan dan penetapan resmi bersama DPRD DKI Jakarta, termasuk kemungkinan penerapan skema tarif khusus pada masa peresmian.
Pemprov DKI juga memperhatikan aspek aksesibilitas bagi seluruh kelompok masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Dalam rangkaian uji coba sebelumnya, sebanyak 15 kelompok masyarakat telah dilibatkan untuk mendapatkan kesempatan menggunakan layanan LRT secara gratis.
Stasiun LRT Manggarai nantinya menjadi salah satu titik penting dalam integrasi transportasi Jakarta karena terhubung dengan Transjakarta, KRL Commuter Line, dan Kereta Api Bandara. Integrasi antarmoda tersebut diharapkan dapat mempermudah perpindahan penumpang sekaligus mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Iwan Takwin mengatakan proses penyambungan langsung antara LRT dengan kawasan Stasiun Manggarai masih dikerjakan. Salah satu proses yang masih berjalan berkaitan dengan penyelesaian aspek legal untuk pemanfaatan lahan milik PT KAI.
"Integrasi tiga moda ini sebenarnya sudah terjalin, dan direct-nya dari Manggarai ke sini sedang kami proses bersama KAI," ujar Iwan. Ia menargetkan koneksi langsung tersebut dapat selesai dan mulai digunakan masyarakat pada September 2026.
Sementara itu, Kementerian Perhubungan menilai integrasi antarmoda di Manggarai dapat menjadi faktor penting untuk meningkatkan jumlah pengguna LRT Jakarta. Direktur Keselamatan Perkeretaapian Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Jumardi menyebut koneksi antara LRT dengan KRL dan kereta jarak jauh dapat meningkatkan permintaan layanan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!