Demi Keselamatan, KAI Cirebon Benahi 30 Km Jalur Rel
📅 Sabtu, 22 Agu 2026, 22:35 WIB | Oleh: Tim PenulisCIREBON – Peningkatan kualitas jalur rel menjadi langkah strategis untuk memperkuat konektivitas sekaligus meningkatkan keselamatan dan keandalan perjalanan kereta api.
Jalur yang lebih baik dapat mengurangi gangguan operasional, mempercepat waktu tempuh, serta meningkatkan kapasitas angkutan penumpang dan logistik.
Dalam jangka panjang, investasi pada infrastruktur rel juga dapat menekan biaya distribusi dan memperkuat daya saing transportasi berbasis kereta api.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon, Jawa Barat, meningkatkan kualitas jalur rel sepanjang 30,85 kilometer guna menjaga keselamatan dan keandalan perjalanan kereta api (KA) di wilayah tersebut.
Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin di Cirebon, Sabtu (22/8), mengatakan pekerjaan tersebut mencakup 1.234 batang rel dan dilakukan bertahap dengan tetap mempertimbangkan kelancaran operasional KA.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Peningkatan prasarana ini kami lakukan untuk menjaga keselamatan perjalanan sekaligus memberikan kenyamanan kepada pelanggan,” katanya.
Selain peningkatan jalan rel, pihaknya melakukan pengelasan sambungan menggunakan metode flashbutt welding pada 1.074 titik.
Metode tersebut, kata dia, memanfaatkan arus listrik untuk memanaskan kedua ujung rel sebelum diberi tekanan sampai menyatu sehingga menghasilkan sambungan yang kuat dan homogen.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Pengerjaan flashbutt welding dilakukan sebanyak 18 hingga 22 titik per hari hingga mencapai total 1.074 titik sambungan,” katanya.
Muhibbuddin menjelaskan peningkatan kualitas sambungan rel diperlukan, untuk mempertahankan keandalan prasarana yang mendukung keselamatan perjalanan KA.
Pihaknya pun menggunakan metode thermit welding untuk kebutuhan tertentu, dengan memanfaatkan reaksi kimia antara bubuk aluminium dan oksida besi untuk menghasilkan panas dan mencairkan logam pengisi.
“Thermit welding membutuhkan waktu pengerjaan lebih panjang karena melalui tahapan pembuatan cetakan dan pendinginan. Metode ini umumnya digunakan pada lokasi yang tidak memungkinkan pengerjaan dengan mesin flashbutt,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, kata dia, pekerjaan dilakukan pada window time atau waktu yang ditetapkan ketika tidak terdapat KA yang melintas di lokasi pekerjaan.
Ia mengatakan pengaturan tersebut dilakukan untuk meminimalkan dampak terhadap perjalanan KA. Namun, pembatasan kecepatan tetap diberlakukan ketika KA melintasi lokasi pekerjaan sebagai langkah pengamanan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!