UEFA, AFC, dan CONCACAF Pertimbangkan Mosi Tidak Percaya untuk Lengserkan Gianni Infantino
📅 Jumat, 21 Agu 2026, 00:02 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraFIFA tidak memberikan alasan atas kepergian Lamour. Wakil Presiden FIFA Sandor Csanyi kemudian menarik dukungannya kepada Infantino dan menyebut pemecatan Lamour sebagai “titik akhir”.
Tekanan terhadap Infantino tidak hanya datang dari konfederasi dan asosiasi anggota FIFA.
European Football Clubs (EFC), organisasi yang dipimpin Presiden Paris Saint-Germain Nasser Al-Khelaifi dan mewakili lebih dari 800 klub, disebut berada dalam barisan yang menginginkan perubahan tata kelola FIFA.
Sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut mengatakan EFC telah memperingatkan FIFA bahwa klub-klub anggotanya dapat menolak ambil bagian dalam Piala Dunia Antarklub putra maupun putri pada masa mendatang jika persoalan tata kelola dan hubungan antara klub dengan FIFA tidak diselesaikan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Klub memang tidak memiliki hak suara dalam pemilihan presiden FIFA. Namun, mereka mempunyai pengaruh besar dari sisi olahraga maupun komersial.
Michael Payne, mantan kepala pemasaran Komite Olimpiade Internasional (IOC), menilai kemenangan Infantino dalam pemilihan presiden sekalipun belum tentu menyelesaikan perpecahan di tubuh sepak bola dunia.
“Tidak ada artinya lolos dengan mayoritas 51 persen, dengan dukungan banyak negara kecil, sementara semua negara adidaya sepak bola menentang Anda. Bagaimana Anda menjalankan organisasi?” kata Payne kepada Reuters.
Sebaiknya Anda baca juga:
Salah satu persoalan terbesar bagi kubu yang ingin menggulingkan Infantino adalah belum munculnya kandidat penantang yang secara terbuka menyatakan siap maju menjelang batas akhir pencalonan pada 18 November.
Di sisi lain, Infantino masih memiliki dukungan dari sejumlah konfederasi dan asosiasi anggota FIFA.
Dalam proposal investasi yang akhirnya dibatalkan, setiap asosiasi anggota FIFA sebenarnya berpotensi memperoleh modal satu kali hingga 20 juta dolar AS untuk pembangunan infrastruktur, pengembangan pelatih, tim nasional, kompetisi, sepak bola akar rumput, hingga sepak bola perempuan.
Presiden Asosiasi Sepak Bola Malawi Fleetwood Haiya sebelumnya menyerukan agar mereka yang ingin menantang Infantino di kotak suara segera menyatakan diri.
“Mereka harus memberi tahu kami apa yang akan mereka bawa. Sebagai FA Malawi, saya perlu memahami apa yang akan mereka bawa ke Malawi,” ujarnya kepada Reuters.
Bagi kubu oposisi, persoalannya kini bukan lagi sekadar membatalkan proposal investasi. Pertarungan telah berkembang menjadi persoalan lebih besar mengenai transparansi, distribusi kekuasaan, tata kelola, dan arah masa depan FIFA.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!