Menteri PPPA Dorong UMKM Perempuan Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
📅 Minggu, 23 Agu 2026, 01:30 WIB | Oleh: Ilham SudrajatJAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA), Arifah Fauzi, mendukung pemberdayaan perempuan melalui kewirausahaan dan UMKM untuk memperkuat ekonomi nasional secara inklusif. Menurut dia, penguatan akses pembiayaan, pasar, teknologi, serta kesempatan berusaha penting meningkatkan kontribusi perempuan bagi perekonomian.
Arifah mengatakan perempuan memiliki potensi besar menjadi penggerak ekonomi nasional, namun partisipasinya masih menghadapi kesenjangan dengan laki-laki. Kesenjangan tersebut menunjukkan perlunya penguatan akses perempuan terhadap pekerjaan, pembiayaan, teknologi, serta peluang pengembangan usaha secara optimal.
“Pemberdayaan perempuan bukan sekadar agenda kesetaraan, melainkan strategi pembangunan ekonomi yang inklusif dan berdampak langsung terhadap pertumbuhan nasional. Karena itu, penguatan peran perempuan perlu menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih adil dan berkelanjutan,” kata Arifah Fauzi saat memberikan sambutan dalam Inclusion Talk “Berdaya dan Sejahtera, Perempuan Bisa” di Jakarta, Sabtu (22/8).
Berdasarkan data BPS 2025, partisipasi angkatan kerja perempuan mencapai 56 persen, sedangkan laki-laki sebesar 84 persen. Arifah menilai kesenjangan tersebut menunjukkan masih banyak perempuan belum berpartisipasi optimal akibat hambatan struktural dalam ketenagakerjaan.
“Pemberdayaan perempuan kami dorong melalui kewirausahaan berperspektif gender, termasuk formalitas usaha dan kepemilikan NIB bagi pelaku UMKM. Langkah ini diharapkan memperluas akses perempuan terhadap pembiayaan, pasar, teknologi, serta peluang pengembangan usaha secara optimal,” ucap Arifah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Arifah mengatakan penguatan UMKM perempuan membutuhkan ekosistem pendukung agar potensi ekonomi dapat berkembang dan memberikan manfaat lebih luas. Kementerian PPPA mendorong Ruang Bersama Indonesia mengintegrasikan pemberdayaan ekonomi perempuan desa serta memperkuat kolaborasi lintas sektor.
“Perempuan Indonesia telah membuktikan mampu bertahan menghadapi berbagai krisis dan kini harus terus tumbuh serta berkembang. Saatnya perempuan memimpin dan menjadi penggerak utama ekonomi Indonesia demi mewujudkan bangsa yang semakin adil dan sejahtera,” kata Arifah. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!