Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rumah Adat di Kawasan Wisata Sade Lombok Terbakar.

📅 Minggu, 23 Agu 2026, 01:49 WIB | Oleh:
Rumah Adat di Kawasan Wisata Sade Lombok Terbakar. Doc: Antara Foto
Ket. Petugas Damkartan gabungan saat melakukan pemadaman kebakaran ratusan rumah Adat wisata Sade Desa Rambitan Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah Provinsi NTB di Lombok Tengah, Sabtu malam (22/8).

Sejumlah mobil pemadam kebakaran dan penyelamatan (Damkartan) gabungan dikerahkan untuk memadamkan kebakaran yang melanda rumah adat di kawasan wisata Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu malam.

"Pemadaman hingga tengah malam ini masih berlangsung, karena bara api masih menyala," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lombok Tengah Supardan di Lombok Tengah, Sabtu malam.

Ia mengatakan, puluhan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk menanggulangi kebakaran, termasuk bantuan dari Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Barat, Kota Mataram, Pemerintah Provinsi NTB, serta seluruh unit Damkartan Kabupaten Lombok Tengah.

"Mobil Damkartan yang diturunkan cukup banyak, karena sampai saat ini petugas masih melakukan pemadaman," katanya.

Supardan mengatakan, data warga terdampak dan jumlah rumah yang terbakar masih dalam proses pendataan.

Sebelumnya, Kepala Desa Rambitan Lalu Winakse mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 22.00 Wita. Hingga saat ini, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan.

"Kami sedang melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak kebakaran," katanya.

Ia mengatakan, jumlah rumah yang terbakar diperkirakan mencapai ratusan unit.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, api pertama kali muncul dari salah satu rumah di tengah permukiman adat tersebut. Api kemudian merembet ke sejumlah rumah lainnya yang sebagian besar menggunakan bahan kayu, bambu, dan ilalang.

Warga kampung adat Sade berhamburan menyelamatkan diri dan sejumlah barang berharga. Dalam peristiwa tersebut dilaporkan tidak ada korban jiwa.

Desa Sade merupakan salah satu kawasan permukiman masyarakat Suku Sasak yang mempertahankan bentuk rumah dan tata kehidupan tradisional.

Rumah adat Sade antara lain menggunakan jerami sebagai atap dan anyaman bambu sebagai dinding, dengan lantai tanah liat yang secara tradisional dicampur dengan kotoran kerbau dan abu jerami.

Desa Sade dihuni sekitar 700 warga dalam satu garis keturunan dan memiliki sekitar 150 rumah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Menterinya aja kena OTT KPK :D
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
  • Ekonomi Kreatif dan UMKM Jakarta Mulai Andalkan Cetak 3D untuk Produksi Skala Kecil
    Mengetahui fakta bahwa penggunaan filamen berbasis PLA yang ...
  • Industri Baterai Dipacu, Transisi Energi dan Ekonomi Digital Jadi Kunci
    Ulasan yang sangat komprehensif dari Koran Jakarta mengenai ...
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Bantu Petani Luwu, Kementan...
Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 16 Se...
Megapolitan
Mereka Bermain Tanah Akhirn...

Kriya Harus Mampu Memanfaatkan Teknologi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Kriya Harus Mampu Memanfaat...

Apakah Anak Zaman Sekarang Mengenal Kimpul?

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Anak Zaman Sekarang ...

Perhatikan Cuaca Jakarta Hari Ini

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perhatikan Cuaca Jakarta Ha...
Olahraga
Brentford dan Fulham  Mera...
Advertisement
AS Akui Telah Kerahkan Senjata di Luar Angkasa

AS Akui Telah Kerahkan Senjata di Luar Angkasa

16 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.