Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Polisi Buru Pemodal Sindikat Uang Palsu Rp36 Miliar di Tangsel

28 Minggu, 23 Agu 2026, 02:00 WIB | Oleh:
Polisi Buru Pemodal Sindikat Uang Palsu Rp36 Miliar di Tangsel Polisi Buru Pemodal Sindikat Uang Palsu Rp36 Miliar di Tangsel Doc: RRI/Saadatuddaraen

TANGERANG - Polisi memburu pemodal utama lain dalam sindikat uang palsu Rp36 miliar di Gudang Industri Taman Tekno, Tangerang Selatan. Hal ini berdasarkan hasil pengembangan empat tersangka yang telah diamankan berinisial N, S, D, dan AB.

Dirreskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Viktor Dean Mackbon, mengatakan salah satu tersangaka berinisial AB berperan sebagai pengendali, pengorder sekaligus pemodal utama. AB mendanai seluruh kegiatan peralatan produksi senilai Rp1 miliar sejak empat bulan lalu.

"AB menyiapkan sarana dan prasarana yang ada, termasuk memberikan uang muka kepada para pelaku lainnya. Nilai aset alat produksi yang ada di dalam lokasi cukup besar, yakni mencapai Rp1 miliar," ujar dia, Sabtu (22/8).

Ia mengungkapkan kemungkinan ada pemodal utama lainnya berdasarkan pendalaman satu empat tersangka. Oleh sebab itu, masih di buru.

Viktor menuturkan berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan terungkap bahwa praktik sindikat ini tergolong rapi. Di mana, dari tiga orang dipekerjakan untuk mencetak uang palsu, dua di antaranya merupakan residivis kasus serupa pada 2019 dan 2022.

Dia menyatakan para pelaku tersebut direkrut melalui jaringan khusus yang memiliki keahlian teknis dalam mencetak uang sebagai mendukung aksi kejahatannya. "Jadi uang palsu ini perlembarnya dipatok dengan nilai tukar tiga banding satu terhadap uang asli," ucap dia.

Ia juga menambahkan dari hasil produksi rencananya akan didistribusikan melalui dua jalur berbeda, yakni jaringan pemodal dan jaringan kelompok residivis. Dengan rencana peredaran yang menyasar salah satu bank swasta melalui skema pencampuran uang asli dan palsu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budhi Hermanto, menambahkan pihaknya mengapresiasi peran aktif masyarakat yang cepat tanggap melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. "Kami berharap masyarakat tidak berjalan sendirian, tetapi kita bisa bergandengan tangan untuk melakukan pengungkapan kasus dalam rangka penegakan hukum dan menjaga stabilitas ekonomi," ujar Budhi.

Sebagai langkah mitigasi ke depan, Polda Metro Jaya akan menggandeng Bank Indonesia untuk melakukan sosialisasi pencegahan peredaran uang palsu. "Masyarakat diimbau untuk selalu menerapkan prinsip 3D saat bertransaksi tunai seperti Dilihat, Diraba, dan Diterawang," kata dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
Ekonomi
Program Diskon Tiket Pesawa...
Advertisement
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Dikabarkan Dipanggil KPK Hari Ini, MAKI: Jika Mangkir Lagi KPK Harus Jemput Paksa

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Dikabarkan Dipanggil KPK Hari Ini, MAKI: Jika Mangkir Lagi KPK Harus Jemput Paksa

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.