Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hujan Kalsel Diprakirakan Meningkat Oktober, BMKG Sebut Bisa Bantu Atasi Karhutla.

📅 Minggu, 23 Agu 2026, 02:41 WIB | Oleh:
Hujan Kalsel Diprakirakan Meningkat Oktober, BMKG Sebut Bisa Bantu Atasi Karhutla. Doc: Antara Foto
Ket. Sejumlah orang mengabadikan foto kondisi lahan yang dikepung kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (22/8).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan curah hujan di Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai meningkat pada Oktober 2026 yang akan membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di wilayah utara.

Staf Operasional Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor BMKG Kalsel Utari Randiana di Banjarbaru, Sabtu, mengatakan peningkatan curah hujan pada Oktober diprakirakan terjadi di Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Selatan, dan Hulu Sungai Tengah, serta hujan tingkat menengah mulai meluas dari utara menuju wilayah selatan pada November.

"Sedangkan pada November curah hujan tingkat menengah mulai merata dari wilayah utara menuju selatan Kalimantan Selatan, mencakup Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, dan Tapin,” ujarnya.

Kemudian peningkatan curah hujan meluas ke wilayah selatan yang meliputi Tanah Bumbu, Banjar, Kotabaru bagian utara, dan Banjarmasin, dengan wilayah selatan menjadi area terakhir yang mengalami peningkatan hujan.

"Kondisi curah hujan pada September masih diprakirakan berada pada kategori sangat rendah hingga rendah, sehingga peningkatan yang mulai terlihat pada Oktober menjadi bagian dari perubahan kondisi hujan secara bertahap,” katanya.

Untuk kondisi lebih dekat, BMKG memprakirakan model curah hujan harian pada 22 Agustus masih menunjukkan kondisi nihil, sedangkan mulai 23 Agustus terdapat potensi hujan lokal berskala ringan di wilayah timur dan selatan Kalimantan Selatan.

Utari mengatakan, prospek cuaca mingguan juga menunjukkan potensi hujan lokal pada 22 hingga 25 Agustus, dengan model Global Forecast System (GFS) menunjukkan potensi tersebut mulai 23 Agustus.

Di sisi lain, tingkat kemudahan terbakar lahan pada 22-23 Agustus 2026 masih berada pada kategori sangat mudah terbakar di seluruh wilayah Kalimantan Selatan sehingga masyarakat tetap diminta mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan.

Kasubbid Kesiapsiagaan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel mengimbau, masyarakat segera menginformasikan apabila menemukan titik api agar dapat ditindaklanjuti petugas, sekaligus ikut membantu penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di wilayah masing-masing.

I1a juga meminta masyarakat yang beraktivitas di luar ruang meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan masker karena kabut asap dapat berdampak terhadap kesehatan, sedangkan pengguna transportasi diminta berhati-hati ketika kondisi udara berkabut.

“Keterlibatan masyarakat diperlukan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan, baik melalui pelaporan titik api maupun kewaspadaan saat beraktivitas di luar ruang selama kondisi lahan masih berada dalam kategori sangat mudah terbakar,” ujar Ariansyah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Nasional
Rumah Adat di Kawasan Wisat...
Olahraga
Sinner Mundur dari AS Terbu...
Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

22 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.