Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebutuhan Dasar, Logistik, dan Keselamatan Korban, Prioritas Penanganan Gempa NTT

25 Jumat, 21 Agu 2026, 06:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Dengan pengaktifan posko di kabupaten terdampak akan mempermudah koordinasi pendataan dampak, penca­rian dan pertolongan, serta penanganan pengungsi jika diperlukan.

BNPB juga telah meng­gerakkan sejumlah bantuan darurat pada kesempatan pertama. Bantuan tersebut dimobilisasi dari gudang lo­gistik BNPB di Flores Timur.

Sejumlah kementerian dan lembaga lain juga telah meng­gerakkan sumber daya menu­ju lokasi bencana, di antara­nya Basarnas mengerahkan tim khusus SAR dari beberapa wilayah, seperti Bali dan Nusa Tenggara Barat, untuk mem­bantu evakuasi dan penyela­matan korban yang tertimpa reruntuhan.

Selain itu, Kementerian Pekerjaan Umum berkoor­dinasi dengan sumber daya di daerah untuk menangani material long­sor di akses jalan mau­pun sungai akibat gempa, Kementerian Sosial di mana bantuan sudah mulai dige­rakkan dari gudang logistik Kupang, NTT. Bantuan ini didorong menuju wilayah terdampak, seperti Ngagekeo dan Sikka. Selain bantuan, personel Tagana juga digerak­kan menuju lokasi terdam­pak. Kementerian Sosial siap dengan pengaktifan dapur umum dan pelayanan psiko­sosial.

Kementerian Kesehatan akan mengaktifkan Health Emergency Operation Center (HEOC) di tingkat pusat dan daerah. Menteri Kesehatan akan memimpin rapat awal HEOC pada Sabtu malam, antara pusat, provinsi, dan ka­bupaten/kota. Tim dari Pusat Krisis Kementerian Kesehatan juga segera diberangkatkan bersama tim BNPB.

Di sektor perhubungan, kementerian terkait me­nyampaikan lima di antara 15 bandara di NTT yang terdam­pak gempa. Meski demikian, seluruh landasan pacu masih dapat digunakan. Kerusakan hanya terjadi pada terminal bandara.

Sedangkan pelabuhan, terdapat dua fasilitas yang mengalami rusak berat. Pe­labuhan lain masih dapat di­gunakan, sedangkan pelabuh­an penyeberangan ada dua fasilitas terdampak. Dalam membantu penanganan daru­rat, Kementerian Perhubung­an menyiagakan helikopter dan pesawat untuk digunakan di bawah koordinasi BNPB.

Dari unsur TNI dan Polri, personel dan alutsista di­gerakkan menuju wilayah-wilayah terdampak, termasuk pengerahan pesawat dan kapal laut militer.

Seperti Apa penangan­annya?

Penanganan darurat di­lakukan secara menyeluruh dan terintegrasi di berbagai titik terdampak. Jajaran pe­merintah membagi tugas me­nyisir wilayah yang membu­tuhkan bantuan cepat, seperti pergerakan bantuan logistik menuju Kecamatan Reo di Manggarai hingga wilayah terisolasi di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka.

Koordinasi intensif juga te­rus dilakukan bersama Satuan Tugas (Satgas) DPR RI serta kementerian/lembaga terkait melalui sistem luring mau­pun video conference guna memastikan masa tanggap darurat berjalan efektif.

Lantas apa strateginya?

Kesiapan strategi serta pengerahan sumber daya logistik dan armada pena­nganan di lapangan. Posko Nasional di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, te­lah menampung dan menya­lurkan bantuan logistik, ter­masuk 50.000 paket bantuan dari Presiden RI. Bantuan tersebut diteruskan ke dua posko utama di NTT, yakni Posko Labuan Bajo dan Posko Maumere.

Logistik dari Posko Uta­ma Labuan Bajo dikerahkan untuk melayani wilayah Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada. Sementara Posko Maumere melayani Kabupaten Sikka, Ende, dan Nagekeo.

Untuk menembus kendala geografis dan wilayah teriso­lasi, BNPB bersama unsur ga­bungan menyiagakan armada darat, laut, dan udara secara maksimal. Pada jalur udara, disiagakan enam pesawat di Labuan Bajo dan lima pesa­wat di Maumere, termasuk helikopter pendukung untuk evakuasi medis darurat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Olahraga
Main Cemerlang, Janice Tjen...
Olahraga
Caretaker Arema Tampil Perd...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.