Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Dampak Karhutla Makin Parah, Anggota DPR RI Serukan Penguatan Mitigasi Kebakaran

📅 Sabtu, 22 Agu 2026, 00:02 WIB | Oleh:
Cegah Dampak Karhutla Makin Parah, Anggota DPR RI Serukan Penguatan Mitigasi Kebakaran Doc: Antara foto/HO-BPBD Kabupaten PPU
Ket. Petugas sedang memadamkan karhutla di Gunung Seteleng, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim, Kamis (20/8).

SAMARINDA - Anggota Komisi VIII DPR RI Hetifah Sjaifudian mengajak pemerintah memperkuat mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan demi keselamatan semua, bukan hanya manusia, tapi juga melindungi lingkungan.

Untuk itu, mitigasi baik melalui edukasi kepada semua elemen soal pencegahan agar tidak terjadi kebakaran, hingga penanganan pada lokasi yang terjadi karhutla harus diperkuat dengan melibatkan lintas sektor.

"Perkembangan karhutla dalam beberapa hari terakhir menunjukkan bahwa persoalan ini tidak bisa dilihat hanya sebagai persoalan kebakaran hutan, tapi sudah menjadi ancaman bencana yang berdampak langsung terhadap keselamatan, kesehatan, dan aktivitas masyarakat," kata Hetifah dihubungi dari Samarinda, Jumat.

Data Kementerian Kehutanan menunjukkan peningkatan signifikan titik panas di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Pada 19 Agustus 2026 tercatat 518 titik panas dengan kepercayaan tinggi di tiga provinsi tersebut.

Jumlah ini meningkat lebih dari empat kali lipat dibandingkan hari sebelumnya. Secara kumulatif pada 17–19 Agustus, terdapat 750 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi.

Kondisi tersebut juga terjadi di Kalimantan Timur (Kaltim). Berdasarkan data BPBD Kaltim per 19 Agustus, tercatat 413 titik karhutla dengan luas lahan dan hutan terbakar mencapai 936,95 hektare. Di Kabupaten Kutai Barat saja, terdapat 72 lokasi karhutla dengan luas yang terbakar mencapai 415,51 hektare.

“Sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kalimantan Timur, saya tentu sangat prihatin. Kaltim juga menghadapi peningkatan karhutla. Kita tidak boleh menunggu sampai dampaknya semakin besar, semua pihak terkait harus gerak cepat," katanya menegaskan.

Ia juga mengapresiasi langkah pemerintah yang telah mengerahkan personel gabungan, memperkuat pemadaman darat, menggunakan water bombing, serta menjalankan operasi modifikasi cuaca. Namun, menurut dia, upaya tersebut harus berjalan beriringan dengan strategi perlindungan masyarakat.

Pemadaman api harus terus dilakukan, tetapi masyarakat yang terdampak asap juga harus dilindungi. Sedangkan pada lahan yang masih aman, edukasi dan pelibatan masyarakat untuk melindungi kawasan tersebut harus diperkuat.

Di sisi lain, pemerintah daerah diingatkan untuk memastikan kesiapan fasilitas kesehatan, ketersediaan masker yang sesuai, informasi kualitas udara, serta perlindungan khusus bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, dan masyarakat yang memiliki kerentanan kesehatan.

Hetifah juga meminta BNPB bersama BPBD memperkuat sistem komando dan koordinasi di daerah yang mengalami peningkatan karhutla. Setiap titik api yang terdeteksi harus segera diverifikasi dan ditindaklanjuti agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

"Sebagai anggota Komisi VIII dari Kalimantan Timur, saya akan terus mengingatkan dan menjembatani koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah agar penanganan dilakukan cepat, berbasis data, dan keselamatan warga menjadi prioritas," ucap Hetifah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Olahraga
PSIM Yogyakarta Bertekad Ak...
Daerah
Siswa di Kendari Jalani Pem...
Nasional
Pemulihan Fasilitas Pendidi...
Nasional
Pemerintah Masifkan Penanga...
Advertisement
Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.