Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebutuhan Dasar, Logistik, dan Keselamatan Korban, Prioritas Penanganan Gempa NTT

📅 Jumat, 21 Agu 2026, 06:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi

BNPB melaporkan infra­struktur terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di NTT berangsur pulih. Kondisi kelistrikan di wilayah Flores Barat dan Flores Timur yang bersumber dari 11 trafo terdampak kini telah 100 persen beroperasi kembali dengan baik.

Sebanyak 566.797 pelang­gan yang terdampak akibat gempa tersebut, saat ini sudah di-recovery sebanyak 99,5 per­sen, sisanya atau yang perlu atensi sebanyak 2.732 pelang­gan. Kami berharap pada hari-hari mendatang pelang­gan yang masih tersisa ini bisa diselesaikan dengan baik.

Untuk jaringan teleko­munikasi yang dikelola PT Telkom di Pulau Flores, tingkat pemulihannya secara total telah mencapai 95,4 per­sen, dengan sisa pengerjaan berfokus dan menjadi atensi di wilayah Manggarai Timur yang masih berada di angka 76,3 persen.

Akses jalan-jalan di NTT secara umum saat ini juga su­dah dapat dilewati, meskipun masih secara terbatas.

Sementara di sektor pen­carian dan penyelamatan, Tim Gabungan dari Basarnas dan kementerian/lembaga terkait masih terus bersiaga di tujuh kabupaten terdampak. Kita sangat berharap bahwa penyelesaian penanganan gempa bumi di NTT ini bisa segera kita diatasi, dan kami mohon dukungan, doa dari seluruh warga negara Indone­sia untuk kita tetap bahu-membahu dalam mengatasi masalah ini.

Bagaimana dengan ban­tuan untuk rumah korban gempa?

BNPB memastikan du­kungan rumah rusak dan seluruh kebutuhan bagi kor­ban gempa di NTT terpenuhi memberikan penguatan agar para korban tetap tenang dan memiliki harapan dalam menghadapi situasi pas­cagempa.

BNPB akan memberi­kan dukungan perbaikan rumah berdasarkan tingkat kerusakannya, yakni sebesar Rp15 juta untuk rumah rusak ringan dan Rp30 juta untuk rumah rusak sedang. Semen­tara itu, bagi rumah yang masuk kategori rusak berat, pemerintah akan memberi­kan dukungan pembangunan hunian tetap yang bersifat permanen.

Untuk rumah yang rusak ringan dan sedang akan kita bantu perbaiki. Kalau rusak berat, solusinya adalah hu­nian tetap.

Sebelum hunian tetap bagi rumah rusak berat se­lesai dibangun, BNPB juga menyiapkan dua alternatif tempat tinggal sementara bagi masyarakat. Penyintas dapat memperoleh dana tunggu hunian (DTH) sebesar Rp600 ribu per bulan atau menempati hunian semen­tara (huntara) yang disiapkan pemerintah bagi setiap kepala keluarga.

Riwayat Hidup

Nama Lengkap: Letnan Jenderal TNI Dr. Suharyanto, S. Sos., M.M.

Tempat, Tanggal Lahir : Cimahi, Jawa Barat, 8 September 1967

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mentan Amran: Stok Beras NTT 39 Ribu Ton, Lahan Rusak Akibat Gempa Akan Diganti
    Preview komentar:
    Semoga dapat membantu dan meringankan beban saudara kita ...
    Luar biasa pak mentan dengan kepeduliannya dan gerak ...
  • Tumbuh Kuat, BI Sebut Industri Pengolahan dan Perdagangan Jadi Penopang Ekonomi Jateng
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai ketangguhan ekonomi Jateng; ...
  • BUMN Tak Cukup Andalkan Aset, Menperin Minta Perkuat Hilirisasi dan Rantai Pasok Industri
    Preview komentar:
    Pernyataan Bapak Agus Gumiwang yang menggarisbawahi urgensi penguatan ...
Kepolisian Resor Kotawaringin Barat Akan Menindak Tegas Pelaku Pembakaran Hutan dan Lahan

Kepolisian Resor Kotawaringin Barat Akan Menindak Tegas Pelaku Pembakaran Hutan dan Lahan

21 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.