Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kredit UMKM Dinaikkan, Bisakah Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi?

📅 Jumat, 21 Agu 2026, 22:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kredit UMKM Dinaikkan, Bisakah Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi? Doc: Koran Jakarta/ Muchammad Ismail
Ket. Ilustasi - UMKM kuliner khas Betawi, Ben Tjok Pulo.

JAKARTA – Perluasan pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi langkah penting untuk memperkuat kapasitas usaha sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Akses pendanaan yang semakin luas dapat membantu UMKM meningkatkan produksi, memperluas pasar, dan menciptakan lapangan kerja.

Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada bunga yang terjangkau, proses penyaluran yang mudah, serta pendampingan agar pembiayaan benar-benar digunakan untuk kegiatan produktif.

Pemerintah mendorong peningkatan alokasi kredit perbankan untuk sektor UMKM dari sekitar Rp1.500 triliun menjadi Rp2.000 triliun pada 2027 guna memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha.

“Yang pasti membahagiakan bagi UMKM, yaitu alokasi kredit perbankan yang Rp1.500 triliun ini nanti diminta untuk dinaikkan sampai Rp2.000 triliun oleh Kemenko Perekonomian,” kata Maman dalam acara Karya Kreatif Indonesia di Jakarta, Jumat (21/8).

Maman menjelaskan total kredit perbankan yang disalurkan untuk sektor usaha saat ini mencapai sekitar Rp9.000 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp1.500 triliun dialokasikan untuk sektor UMKM.

Dari sekitar Rp1.500 triliun kredit UMKM saat ini, sekitar Rp300 triliun merupakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan sekitar Rp1.200 triliun merupakan kredit non-KUR.

Maman mengatakan pemerintah masih akan mengkaji komposisi pembiayaan apabila total kredit UMKM dinaikkan menjadi Rp2.000 triliun pada 2027. Ia menyatakan pemerintah membuka kemungkinan porsi KUR juga ditingkatkan.

“Tujuannya agar akses kredit perbankan dalam konteks plafon peminjaman ini untuk sektor UMKM bisa semakin besar,” ucap dia.

Namun, ia mengingatkan peningkatan pembiayaan harus diikuti dengan pengelolaan dan perencanaan yang baik untuk mencegah meningkatnya kredit bermasalah (non-performing loan/NPL).

Oleh karena itu, Maman menilai kebutuhan UMKM tidak hanya berkaitan dengan pembiayaan. Pelaku usaha juga membutuhkan dukungan untuk memastikan produk yang dihasilkan memiliki akses pasar.

Ia mengatakan pemerintah dan para pemangku kepentingan terkait perlu membuka akses pembiayaan sekaligus memperkuat akses pasar bagi UMKM agar tambahan kredit dapat digunakan secara produktif.

Maman mengatakan penguatan akses pasar menjadi bagian penting agar UMKM mampu mengembangkan usaha dan memenuhi kewajiban pembiayaan yang diperoleh dari perbankan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.