Kebutuhan Dasar, Logistik, dan Keselamatan Korban, Prioritas Penanganan Gempa NTT
Jumat, 21 Agu 2026, 06:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiBagaimana dengan Evakuasi Korban?
Terkait penanganan korban gempa NTT, Presiden meminta penanganan maksimal bagi korban. BNPB juga mempercepat distribusi bantuan kemanusiaan untuk mendukung penanganan darurat bencana gempa bumi di NTT.
Jumlah korban gempa bumi bertambah satu orang per Kamis (20/8) di Kabupaten Nagekeo, sehingga total terdapat 75 korban meninggal sejak 15-19 Agustus 2026. Kami dari pemerintah mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya keluarga kita, juga memastikan bantuan terus terdistribusi bagi masyarakat yang saat ini ada di tempat-tempat pengungsian maupun daerah terdampak.
Adapun total pengungsi di seluruh wilayah NTT saat ini sebanyak 59.647 orang dan yang terbanyak ada di Manggarai.
Bagaimana dengan Infrastruktur yang terdampak gempa?
BNPB melaporkan infrastruktur terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di NTT berangsur pulih. Kondisi kelistrikan di wilayah Flores Barat dan Flores Timur yang bersumber dari 11 trafo terdampak kini telah 100 persen beroperasi kembali dengan baik.
Sebanyak 566.797 pelanggan yang terdampak akibat gempa tersebut, saat ini sudah di-recovery sebanyak 99,5 persen, sisanya atau yang perlu atensi sebanyak 2.732 pelanggan. Kami berharap pada hari-hari mendatang pelanggan yang masih tersisa ini bisa diselesaikan dengan baik.
Untuk jaringan telekomunikasi yang dikelola PT Telkom di Pulau Flores, tingkat pemulihannya secara total telah mencapai 95,4 persen, dengan sisa pengerjaan berfokus dan menjadi atensi di wilayah Manggarai Timur yang masih berada di angka 76,3 persen.
Akses jalan-jalan di NTT secara umum saat ini juga sudah dapat dilewati, meskipun masih secara terbatas.
Sementara di sektor pencarian dan penyelamatan, Tim Gabungan dari Basarnas dan kementerian/lembaga terkait masih terus bersiaga di tujuh kabupaten terdampak. Kita sangat berharap bahwa penyelesaian penanganan gempa bumi di NTT ini bisa segera kita diatasi, dan kami mohon dukungan, doa dari seluruh warga negara Indonesia untuk kita tetap bahu-membahu dalam mengatasi masalah ini.
Bagaimana dengan bantuan untuk rumah korban gempa?
BNPB memastikan dukungan rumah rusak dan seluruh kebutuhan bagi korban gempa di NTT terpenuhi memberikan penguatan agar para korban tetap tenang dan memiliki harapan dalam menghadapi situasi pascagempa.
BNPB akan memberikan dukungan perbaikan rumah berdasarkan tingkat kerusakannya, yakni sebesar Rp15 juta untuk rumah rusak ringan dan Rp30 juta untuk rumah rusak sedang. Sementara itu, bagi rumah yang masuk kategori rusak berat, pemerintah akan memberikan dukungan pembangunan hunian tetap yang bersifat permanen.
Untuk rumah yang rusak ringan dan sedang akan kita bantu perbaiki. Kalau rusak berat, solusinya adalah hunian tetap.
Sebelum hunian tetap bagi rumah rusak berat selesai dibangun, BNPB juga menyiapkan dua alternatif tempat tinggal sementara bagi masyarakat. Penyintas dapat memperoleh dana tunggu hunian (DTH) sebesar Rp600 ribu per bulan atau menempati hunian sementara (huntara) yang disiapkan pemerintah bagi setiap kepala keluarga.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!