Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mewaspadai Potensi Gelombang Tinggi Hingga 2,5 Meter di Perairan Malut

📅 Jumat, 21 Agu 2026, 23:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mewaspadai Potensi Gelombang Tinggi Hingga 2,5 Meter di Perairan Malut Doc: Antara
Ket. Anak buah kapal (ABK) pengemudi speedboat melintasi perairan Ternate Maluku Utara.

Ambon - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate mengingatkan nelayan dan pengguna jasa pelayaran mewaspadai potensi gelombang tinggi hingga 2,5 meter di sejumlah perairan Maluku Utara hingga 26 Agustus 2026.

Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Sultan Babullah Ternate Muhammad Fauzi Bintiang di Ternate, Jumat, mengatakan peningkatan gelombang tersebut dipengaruhi sirkulasi siklonik di sekitar Samudra Pasifik bagian barat, tepatnya di sebelah utara Papua.

"Masih ada potensi ketinggian gelombang hingga mencapai dua meter untuk beberapa wilayah Maluku Utara. Ini karena adanya faktor sirkulasi siklonik di sekitar Samudra Pasifik bagian barat di utara Papua," ujarnya.

Fauzi mengatakan gelombang dengan ketinggian hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di perairan barat laut dan timur laut Morotai, timur Halmahera, Gebe, Batang Dua, barat Halmahera, barat Obi, timur Kepulauan Sula, selatan Taliabu, serta perairan barat Bacan dan Kayoa.

Menurut dia, sirkulasi siklonik tersebut berpotensi meningkatkan kecepatan angin di wilayah Maluku Utara sehingga berdampak terhadap peningkatan tinggi gelombang di sejumlah perairan.

Selain gelombang tinggi, BMKG juga memprakirakan angin kencang masih berpotensi terjadi hingga 26 Agustus dengan kecepatan mencapai 50 kilometer per jam di sejumlah wilayah.

Wilayah yang berpotensi mengalami angin kencang antara lain Batang Dua, perairan barat Halmahera, Ternate, Tidore, Makian, Kayoa, barat Bacan, Obi, Gebe, Patani, Halmahera Timur, Morotai, dan barat Taliabu.

Fauzi mengimbau nelayan mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum melaut, terutama apabila tinggi gelombang mencapai 1,25 meter dan kecepatan angin melebihi 15 knot.

"Kami mengimbau kepada nelayan apabila ketinggian gelombang sudah mencapai 1,25 meter dan kecepatan angin melebihi 15 knot, diharapkan menunda untuk mencari ikan terlebih dahulu hingga pembaruan kami berikutnya," katanya.

Ia menjelaskan kondisi tersebut juga perlu menjadi perhatian pengguna jasa pelayaran karena gelombang dan angin kencang dapat meningkatkan risiko keselamatan, terutama bagi kapal dengan karakteristik dan ukuran tertentu.

Perahu nelayan, kata dia, mulai berisiko ketika menghadapi gelombang sekitar 1,25 meter, sedangkan kapal tongkang berpotensi menghadapi risiko ketika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang sekitar 1,5 meter.

"Karena itu, kami mengimbau masyarakat yang akan melakukan aktivitas di laut untuk memperhatikan informasi cuaca dan gelombang sebelum berangkat," ujarnya.

BMKG meminta nelayan dan operator kapal terus memantau pembaruan informasi meteorologi dan kondisi perairan untuk menyesuaikan rencana pelayaran dengan perkembangan cuaca

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mentan Amran: Stok Beras NTT 39 Ribu Ton, Lahan Rusak Akibat Gempa Akan Diganti
    Preview komentar:
    Semoga dapat membantu dan meringankan beban saudara kita ...
    Luar biasa pak mentan dengan kepeduliannya dan gerak ...
  • Tumbuh Kuat, BI Sebut Industri Pengolahan dan Perdagangan Jadi Penopang Ekonomi Jateng
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai ketangguhan ekonomi Jateng; ...
  • BUMN Tak Cukup Andalkan Aset, Menperin Minta Perkuat Hilirisasi dan Rantai Pasok Industri
    Preview komentar:
    Pernyataan Bapak Agus Gumiwang yang menggarisbawahi urgensi penguatan ...
Kepolisian Resor Kotawaringin Barat Akan Menindak Tegas Pelaku Pembakaran Hutan dan Lahan

Kepolisian Resor Kotawaringin Barat Akan Menindak Tegas Pelaku Pembakaran Hutan dan Lahan

21 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.