Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

49 Titik Panas Terdeteksi di Gorontalo, BPBD Waspadai Potensi Karhutla

26 Jumat, 21 Agu 2026, 05:32 WIB | Oleh: Tim Penulis
49 Titik Panas Terdeteksi di Gorontalo, BPBD Waspadai Potensi Karhutla 49 Titik Panas Terdeteksi di Gorontalo, BPBD Waspadai Potensi Karhutla Doc: Antara
Ket. Proses pemantauan berkala titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Provinsi Gorontalo berdasarkan pemantauan satelit. Proses pemantauan langsung dilakukan di kantor BPBD Provinsi Gorontalo, Kamis (20/8).

Gorontalo - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo mengungkapkan, ada 49 titik panas atau hotspot yang terdeteksi di wilayah provinsi itu berdasarkan pemantauan satelit pada 19 Agustus 2026 pukul 00.00 hingga 15.00 WITA.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Gorontalo Rusli W. Nusi di Gorontalo, Kamis (20/8), mengatakan temuan tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Hotspot menjadi salah satu indikator yang perlu kita waspadai. Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembakaran sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran,” ujar Rusli

Dari 49 hotspot yang terdeteksi, sebanyak 45 titik berada pada tingkat kepercayaan sedang dan empat titik lainnya memiliki tingkat kepercayaan rendah. Sementara itu, belum terdeteksi hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi.

Rusli menjelaskan keberadaan hotspot tidak serta-merta menunjukkan telah terjadi kebakaran. Titik panas merupakan indikasi adanya anomali suhu yang tetap perlu ditindaklanjuti melalui pemantauan di lapangan.

BPBD Provinsi Gorontalo terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau perkembangan hotspot dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebakaran yang dapat meluas.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, semak belukar maupun sampah secara sembarangan, terutama ketika kondisi lahan relatif kering.

“Jangan membakar lahan sembarangan. Jika api tidak terkendali, dampaknya bisa meluas dan membahayakan lingkungan maupun masyarakat sekitar,” katanya.

Data sebaran hotspot tersebut bersumber dari pemantauan satelit Terra, Aqua, S-NPP dan NOAA20 dengan pengolahan data oleh BMKG.

BPBD mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di lahan terbuka dan segera melaporkan apabila menemukan asap atau api yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran.

Pemantauan hotspot akan terus dilakukan sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla di Provinsi Gorontalo.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Panglima TNI Diangkat Jadi ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kane, Mbappe, dan Yamal Berburu Ballon d’Or,  Begini Sistem Penilaiannya

Kane, Mbappe, dan Yamal Berburu Ballon d’Or, Begini Sistem Penilaiannya

26 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.