Ancaman Karhutla Makin Serius, Tujuh Kabupaten/Kota di Kalsel Masuk Status Siaga Darurat
📅 Sabtu, 22 Agu 2026, 00:03 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoBANJARMASIN - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan Ronny Eka Saputra menyampaikan, hingga kini sebanyak tujuh kabupaten/kota di provinsinya telah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ronny di Banjarbaru, Jumat, menyebutkan, tujuh kabupaten/kota tersebut, yakni Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Tapin, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dan Kabupaten Tanah Bumbu.
Menurut dia, penetapan status dari tujuh pemerintah daerah yang dikoordinasikan dengan pemerintah provinsi tersebut sesuai kondisi kejadian karhutla mulai meluas di daerah masing-masing.
Dia menyebutkan, cuaca panas ekstrem yang melanda wilayah Kalsel membuat kerentanan karhutla semakin meningkat berdasarkan data BPBD Kalsel hingga 20 Agustus 2026, total kejadian karhutla mencapai 1.651 kejadian dengan 8.764 hotspot.
"Akibat kejadian ini sekitar 6.905 hektare lahan hangus terbakar," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Diungkapkan Ronny, luasan wilayah terdampak paling parah yaitu, Kota Banjarbaru dengan kejadian karhutla terbanyak 342 kejadian dengan luas wilayah terdampak seluas 1.140 hektare.
Kemudian, lanjut dia, di Kabupaten Banjar dengan luas lahan terdanpak 1.496 hektare dari 302 kejadian karhutla dan Kabupaten Tanah Laut dengan luas lahan terdanpak 1.384 hektare dari 272 kejadian karhutla.
Dinyatakan Ronny, untuk meminimalisir dampak yang lebih luas, Pemprov Kalsel membagi penanganan ke dalam tiga ring area prioritas, yakni ring satu berada di sekitar Bandara Syamsudin Noor, ring dua di wilayah Utara, dan Ring tiga di wilayah Selatan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami terus melakukan patroli dan pemadaman secepat mungkin. Saat ini kami dibantu 3 unit heli waterbombing dari BNPB, 1 heli patroli, dan 1 pesawat," ujarnya.
Namun kendalanya, kata Ronny, aksesibilitas darat sangat sulit, dan heli hanya bisa beroperasi hingga pukul 18.00 Wita.
"Jika api belum padam, terpaksa Satgas Darat harus melanjutkan operasi pemadaman di malam hari," ucap Ronny.
Dinyatakan dia, kondisi lahan gambut menjadi tantangan terberat bagi petugas. Secara kasat mata, api di permukaan seringkali tampak padam pada malam hari.
Namun, lanjut dia, bara api yang masih menyala di bawah permukaan gambut dapat kembali membesar dan menjalar ke atas dengan cepat saat cuaca panas dan angin kencang keesokan harinya.
Sebagai langkah mitigasi jangka panjang, Pemprov Kalsel yang dibantu SKPD terkait, mulai dari dinas kehutanan, dinas lingkungan hidup, hingga dinas pekerjaan umum, terus melakukan pembasahan dan perendaman lahan gambut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!