Biaya Logistik Tinggi, Ikut Menambah Beban Keuangan Masyarakat
📅 Jumat, 21 Agu 2026, 00:45 WIB | Oleh: Tim RedaksiLebih lanjut, Berty menilai penguatan keterhubungan antarpelaku, aset dan proses dalam rantai pasok menjadi bagian penting dalam membangun sistem logistik yang semakin efisien serta mendukung transformasi ekonomi Indonesia.
Tertinggi di ASEAN
Sementara itu, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti, menyebut biaya logistik Indonesia saat ini berada pada kisaran 14,29 hingga 23 persen dari PDB yang menempatkannya sebagai salah satu negara yang tertinggi di ASEAN dan hampir dua kali lipat dibanding negara maju yang berada di level 8–10 persen.
Berdasarkan Logistics Performance Index (LPI) World Bank, kinerja logistik Indonesia berada di posisi 61 dari 139 negara dengan skor 3,0.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jauh di bawah Singapura yang peringkat 1 dengan skor 4,14.
Malaysia ada di peringkat 32 dengan skor 3,43 dan biaya logistik sekitar 13 persen dari PDB.
Thailand berada di peringkat 45 dengan skor 3,26.
Sebaiknya Anda baca juga:
Esther menjelaskan tingginya biaya logistik berdampak langsung pada harga barang.
Biaya pengiriman yang mahal membuat harga jual kebutuhan pokok dan barang seharihari ikut melonjak.
Kondisi ini memberatkan beban finansial masyarakat secara keseluruhan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!