Trailer Terbaru The Terminal List Season 2: James Reece Memburu Konspirasi dari Moskow hingga Langley
Jumat, 21 Agu 2026, 00:03 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
James Reece kembali dengan misi yang berbeda. Prime Video merilis trailer pertama musim kedua The Terminal List, memperlihatkan karakter yang diperankan Chris Pratt berusaha mencari tujuan baru setelah membalaskan kematian orang-orang terdekatnya pada musim pertama.
Jika musim pertama lebih banyak bergerak sebagai thriller balas dendam dan konspirasi militer, musim kedua membawa Reece ke medan yang jauh lebih luas. Ceritanya berkembang menjadi thriller spionase internasional dengan operasi yang membentang dari Afrika hingga Eropa dan Timur Tengah.
Trailer dibuka dengan narasi yang menggambarkan masa lalu Reece sebagai Navy SEAL yang pernah menjalani karier dengan memburu dan membunuh teroris.
“Dia mungkin persis seperti yang kita butuhkan untuk pertempuran ini,” demikian narasi dalam trailer.
Kalimat tersebut menjadi petunjuk bahwa Reece kini tidak lagi sekadar menjadi buronan. Kemampuan tempurnya justru kembali dibutuhkan untuk menghadapi ancaman yang lebih besar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Musim kedua diadaptasi dari novel kedua karya Jack Carr, True Believer. Namun, serial ini tidak akan mengikuti buku tersebut secara mentah. Carr sebelumnya mengungkapkan bahwa adaptasi televisi melakukan sejumlah perubahan signifikan dibandingkan novel karena perkembangan peristiwa dunia nyata serta kebutuhan produksi serial.
Dalam cerita musim kedua, Reece mendapatkan kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan setelah memperoleh pengampunan presiden dengan imbalan membantu menggagalkan sebuah rencana teror. Namun, misi tersebut justru membawanya ke jaringan konspirasi internasional yang berkaitan dengan masa lalu dan sejarah keluarganya.
Trailer juga menunjukkan perubahan fisik Reece. Pratt tampil dengan rambut panjang dan janggut lebat dalam sejumlah adegan, menggambarkan kondisi karakter yang semakin terasing dan keras setelah berbagai peristiwa yang dialaminya.
Perubahan tersebut bukan sekadar penampilan. Musim kedua tampaknya akan mengeksplorasi kondisi psikologis Reece setelah ia menyelesaikan daftar targetnya. Ia harus mencari alasan baru untuk bertarung ketika kehidupan lamanya sebagai pemburu mulai ditinggalkan.
Skala ceritanya juga meningkat. Jika musim pertama berpusat pada konspirasi yang menyebabkan peleton Reece disergap dan keluarganya terbunuh, musim kedua membawa konflik menuju jaringan spionase lintas negara.
Konspirasi dalam cerita disebut menjangkau Moskow hingga Langley dan memiliki kaitan dengan sejarah keluarga Reece. Dengan demikian, konflik personal dan operasi intelijen kembali bertemu dalam satu cerita.
Sejumlah pemain lama kembali, termasuk Tom Hopper sebagai Raife Hastings, Constance Wu sebagai Katie Buranek, Dar Salim sebagai Mohammed Farooq dan Luke Hemsworth sebagai Jules Landry.
Musim kedua juga memperluas jajaran pemain dengan kehadiran Gabriel Luna sebagai Freddy Strain, serta Costa Ronin, Olga Kurylenko, Yul Vazquez, Arnold Vosloo, Jeremy Bobb, Martin Sensmeier dan Shiraz Tzarfati.
Kehadiran Taylor Kitsch sebagai Ben Edwards juga menjadi bagian penting dari kesinambungan cerita The Terminal List. Sebelumnya, karakter tersebut menjadi pusat serial prekuel The Terminal List: Dark Wolf, yang memperlihatkan perjalanan Ben Edwards dari Navy SEAL menuju operasi paramiliter CIA.
Jeda antara musim pertama dan kedua memang sangat panjang. Musim pertama tayang pada 2022, sedangkan musim kedua baru akan hadir pada 2026. Jeda tersebut membuat musim kedua menjadi salah satu serial Prime Video yang paling lama ditunggu penggemarnya.
Dari trailer, musim kedua tampak mempertahankan ciri khas The Terminal List: operasi militer, baku tembak, konspirasi dan karakter utama yang bergerak di wilayah abu-abu antara tugas negara dan kepentingan pribadi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!