Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Bantah Terlibat 'Transshipment' Tiongkok

📅 Jumat, 21 Agu 2026, 00:25 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pemerintah Bantah Terlibat 'Transshipment' Tiongkok Doc: ANTARA/M Risyal Hidayat
Ket. Kapal tunda melintas di samping kapal yang akan melakukan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (21/5).

JAKARTA – Pemerintah Indonesia membantah tuduhan Amerika Serikat (AS) terkait praktik penipuan pengalihan pengiriman (transshipment scam) yang disebut melibatkan Indonesia untuk membantu produk asal Tiongkok menghindari tarif.

Dikutip dari Antara, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan tuduhan itu tidak benar.

Menurut dia, laporan berjudul The Great Transshipment Scam yang diterbitkan Gedung Putih lebih banyak didasarkan pada asumsi dan tidak menggambarkan kondisi perdagangan Indonesia yang sebenarnya.

“Kami katakan bahwa tuduhan itu tidak benar,” kata Airlangga di Jakarta, Kamis (20/8).

“Kami tegaskan bahwa studi ini merupakan studi yang berdasarkan anggapan atau asumsi.

Jadi apa yang terjadi sebetulnya tidak seperti apa yang mereka asumsikan,” imbuhnya.

Laporan AS tersebut menuding sejumlah negara, termasuk Indonesia, membantu Tiongkok menghindari tarif melalui praktik transshipment atau pengalihan pengiriman.

Praktik itu disebut terutama terjadi di negara-negara yang memiliki pelabuhan utama.

Dokumen setebal 24 halaman tersebut menuding eksportir Tiongkok memanfaatkan pengemasan ulang dan klaim palsu mengenai negara asal barang melalui Indonesia serta puluhan negara lain untuk mendapatkan tarif lebih rendah.

AS menyebut jaringan tersebut sebagai “Tiongkok’s Shadow Transshipment Network” atau “Jaringan Transshipment Bayangan Tiongkok”.

Dalam laporan itu, Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam ditempatkan dalam kategori “Tier 2”, yang menurut Washington memiliki volume transshipment signifikan serta integrasi rantai pasok dengan Tiongkok.

Airlangga menegaskan Indonesia tidak pernah dilibatkan maupun diberi tahu mengenai kajian tersebut.

“Pertama, Indonesia tidak pernah terlibat ataupun diberitahu mengenai adanya studi ini.

Indonesia dituduh bersama Brasil, Malaysia, Thailand, Turkiye, Vietnam yang masuk di dalam (penipuan) transshipment,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Megapolitan
Pemkot Bogor Tertibkan 516 ...
Daerah
CFD Pontianak Kembali Digel...

Morowali Memanas! 75 TKA Dievakuasi Polisi Usai Bentrokan

44 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Daerah
Morowali Memanas! 75 TKA Di...
Advertisement
Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.