Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gempa NTT Apakah Merembet ke Jawa? Sore Ini Bantul Jogja Digoyang Gempa

📅 Kamis, 20 Agu 2026, 21:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gempa NTT Apakah Merembet ke Jawa? Sore Ini Bantul Jogja Digoyang Gempa Doc: Google Maps
Ket. Lokasi gempa bumi Bantul 20 Agustus 2026, tepatnya di jalur Sesar Opak

Yogyakarta - Gempa tektonik kecil sedikit mengetarkan daratan Bantul (DIY) & sekitar pada Kamis 20 Agustus 2026 TU pukul 17:30 WIB. Magnitudonya M3,5 dengan kedalaman sumber 20 km.


Gempa membuat daratan Bantul & sekitar bergoyang dengan intensitas getaran 3 MMI. Di gedung-gedung bertingkat terasa sedikit lebih kencang, akibat resonansi. Pada beberapa titik mungkin getarannya mencapai 4 MMI, karena amplifikasi oleh sifat batuan dasar setempat. Namun tidak ada kerusakan.

Stasiun Geofisika (Stageof) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa bumi tektonik magnitudo 3,5 yang mengguncang wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Kamis pukul 17.20 WIB terjadi akibat aktivitas Sesar Opak.

Kepala Stageof Sleman Ardhianto Septiadhi dalam keterangan di Yogyakarta, Kamis, mengatakan, episenter gempa bumi M3,5 terletak pada koordinat 7.88 LS; 110.45 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 11 kilometer arah timur laut Bantul dengan kedalaman 21 kilometer.

"Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Opak," katanya.

Menurut dia, getaran gempa bumi tersebut dirasakan warga di wilayah Kabupaten Bantul dan Kota Yogyakarta III MMI (Modified Mercalli Intensity) atau getaran dirasakan seperti terdapat truk bermuatan melintas.

Getaran gempa juga dirasakan di wilayah Kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten Sleman (DIY) serta Klaten, Solo, dan Magelang (Jawa Tengah) II MMI atau getaran dirasakan beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut," katanya.

Stageof BMKG juga menyebut hingga pukul 17.39 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan belum ada aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

Meski demikian, BMKG tetap mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Selain itu, masyarakat agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," katanya.

Mengingatkan Gempa Jogja 2006

Posisi episentrum gempa kecil hari ini 20 Agustus 2026 ini berada di Sesar Opak. Sesar aktif yg menjadi sumber Gempa Yogya 2006 (M6,4) yg menghancurkan, dua dasawarsa silam. Sebagai sesar aktif, maka Sesar Opak tergolong rutin melepaskan gempa² kecil. Gempa² kecil semacam ini menjadi lebih umum terjadi pasca 2006.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Final Ideal Piala AFF, Vietnam Bersiap Ngluruk ke Thailand
    Preview komentar:
    skuad "gajah perang" sepertinya unggul, mrk diuntungkan sbg ...
  • Airlangga: Indonesia Prioritaskan Transformasi Industri Berbasis Tenaga Surya
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah menargetkan 100 GW tenaga surya ...
  • Badan Pangan Nasional Usul Tambahan 150 Ribu Ton SPHP Jagung Perkuat Peternak Mikro
    Preview komentar:
    Kebijakan strategis Bapanas mengusulkan tambahan 150 ribu ton ...

Harga bawang merah nasional turun

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Harga bawang merah nasional...
Ruben Onsu Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penipuan & Penggelapan Investasi, Ini Kronologinya!

Ruben Onsu Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penipuan & Penggelapan Investasi, Ini Kronologinya!

20 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.