Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Daftar Destinasi Wisata yang Masih Ditutup Sementara Pascagempa NTT

📅 Rabu, 19 Agu 2026, 17:27 WIB | Oleh:
Daftar Destinasi Wisata yang Masih Ditutup Sementara Pascagempa NTT Doc: ANTARA/HO-Kemenparekraf
Ket. Desa Wae Rebo, Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

JAKARTA - Kementerian Pariwisata menyebut sejumlah destinasi wisata di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih memerlukan perhatian khusus dan ditutup sementara sebagai langkah kehati-hatian demi keselamatan wisatawan pasca terjadinya gempa magnitudo 7,7.

Dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (19/8), Kementerian Pariwisata melakukan pemantauan melalui Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF).

Pemantauan dilakukan melalui verifikasi lapangan secara berkala ke hotel, restoran, dan destinasi wisata, sekaligus pengoperasian hotline informasi pariwisata bagi wisatawan dan pelaku usaha untuk memastikan informasi yang disampaikan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Destinasi yang disebut masih ditutup itu antara lain Wae Rebo dan Ruteng Pu'u di Manggarai, Taman Nasional Kelimutu di Ende akibat longsoran dinding kawah, Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Gugus Pulau Teluk Maumere di Sikka, serta sejumlah kawasan wisata di Kabupaten Ngada dan Nagekeo yang masih terkendala jaringan komunikasi dan pasokan listrik.

Sektor penerbangan juga mengalami sejumlah penyesuaian. Bandara Ende membatalkan seluruh penerbangan hingga 20 Agustus 2026, sedangkan Bandara Frans Sales Lega Ruteng membatalkan penerbangan Wings Air hingga 22 Agustus 2026.

Sementara itu, Bandara Komodo Labuan Bajo, Bandara Frans Seda Maumere, dan Bandara Gewayantana Larantuka tetap beroperasi dengan sejumlah penyesuaian jadwal penerbangan.

Guna memastikan wisatawan dan pelaku usaha memperoleh informasi yang akurat, BPOLBF membuka hotline informasi pariwisata melalui nomor 0811-3879-4555. Layanan tersebut menyediakan informasi terkini mengenai kondisi destinasi, aksesibilitas, serta akomodasi pascagempa.

Meski demikian, sejumlah destinasi utama yang ada di Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo sudah mulai berangsur normal. Pelabuhan Marina Labuan Bajo telah beroperasi normal dan akses pelayaran menuju Taman Nasional Komodo kembali dibuka.

Aktivitas wisata di Pulau Padar, Loh Liang di Pulau Komodo, Loh Buaya di Pulau Rinca, dan Gili Lawa juga kembali berjalan normal. Jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan tersebut tercatat mencapai lebih dari 2.000 orang per hari pada 17 Agustus 2026.

Destinasi lainnya, seperti Pulau Kelor dan Kampung Adat Todo di Manggarai, tetap ramai dikunjungi dan beroperasi seperti biasa. Sementara itu, destinasi Batu Cermin telah kembali dibuka sejak 16 Agustus 2026.

Dari sisi akomodasi di Manggarai Barat, mayoritas hotel besar, antara lain Ayana, Crowne Plaza, Sudamala, Ta'aktana Marriott, dan Meruorah, dilaporkan dalam kondisi aman dengan kerusakan ringan.

Pasokan listrik dan jaringan internet juga telah kembali normal serta tidak terdapat laporan tamu yang mempercepat kepulangan.

Sementara itu, Hotel Jayakarta mengalami kerusakan struktural berat sehingga ditutup sementara. Seluruh tamu telah dievakuasi dan mendapat penanganan dari pihak hotel.

Kementerian Pariwisata menyatakan akan terus melakukan pendataan dan verifikasi terhadap kerusakan akomodasi, daya tarik wisata, dan fasilitas pendukung pariwisata di seluruh kabupaten terdampak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.