Jenazah Pendaki Fahri Maulana Berhasil Dievakuasi dari Kawah Gunung Slamet
📅 Rabu, 19 Agu 2026, 15:55 WIB | Oleh: Sujar
SEMARANG -- Tim SAR gabungan membawa turun jenazah M Fahri Maulana (16), pendaki berasal dari Kabupaten Brebes, Jawa Tengah yang terjatuh di sekitar kawah Gunung Slamet, ke basecamp pada Rabu, dini hari.
Kepala Kantor SAR Semarang Budiono mengatakan proses evakuasi dilakukan oleh SAR gabungan sejak Selasa (18/8) petang, setelah kejadian pada pagi hari.
Ia menjelaskan tim yang diterjunkan ke lokasi membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk mengangkat tubuh korban dari dasar kawah.
"Jenazah almarhum selanjutnya dibawa turun melalui basecamp Permadi di Guci, Kabupaten Tegal," katanya.
Setelah tiba di basecamp sekitar pukul 02.15 WIB, kata dia, jenazah almarhum dibawa ke Puskesmas Bumijawa untuk pemeriksaan lebih lanjut, sebelum diserahkan kepada keluarga.
"Tidak ada kendala dalam proses evakuasi, cuaca cerah," katanya.
Petugas SAR bersiap melakukan pencarian pendaki yang terjatuh di sekitar kawah Gunung Slamet di Kabupaten Tegal, Selasa. (ANTARA/HO-SAR Semarang)
Tim SAR gabungan mengerahkan sekitar 100 personel untuk mengevakuasi Fahri dari kawah Gunung Slamet.
Personel berasal dari Basarnas, Koramil, Polsek, sejumlah basecamp pendakian di sekitar Gunung Slamet, potensi SAR dari Tegal, Pemalang, dan Pekalongan, hingga warga sekitar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Budiono memastikan proses perjalanan menuju basecamp tidak menemui kendala. Cuaca juga mendukung proses evakuasi. "Tidak ada hambatan tadi di jalan selama proses evakuasi turun, cuaca cerah dan semua unsur tim SAR gabungan bersinergi dengan baik," jelas Budiono.
Ia mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat karena jenazah dapat dikeluarkan dari kawah dan dibawa turun dalam waktu yang tidak lama.
"Kami ucapkan terima kasih banyak atas segala usaha dan kerjasama yang baik antar unsur dalam SAR gabungan dalam proses evakuasi ini, sehingga dalam waktu tak lama korban bisa dievakuasi dari kawah dan dibawa turun, ungkapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Tetap waspada dan kami imbau kepada pendaki untuk dapat lebih berhati-hati lagi agar tidak terulang kejadian serupa" tambah Budiono.
Awal Peristiwa
Untuk diketahui, Fahri sebelumnya mendaki Gunung Slamet bersama tiga rekannya pada Senin (17/8) malam. Rombongan berhasil mencapai puncak pada Selasa (18/8) pagi.
Setelah selesai mencapai puncak sekitar pukul 09.00 WIB, mereka memutuskan turun.
Fahri memilih turun belakangan dan masih berada di sekitar bibir kawah ketika tiga rekannya mulai turun. Saat berada di lokasi, tanah yang dipijaknya tiba-tiba ambrol karena kondisinya rapuh. Fahri kemudian terperosok ke dalam kawah dengan kedalaman sekitar 20 meter.
Peristiwa itu disaksikan pendaki lain yang berada di sekitar lokasi. Mereka langsung melaporkan kejadian kepada Pos Basecamp Bosapala Sawangan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!