Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tembus 1.235 Desa! Gubernur Maluku Nekat Pangkas Rantai Tengkulak Lewat Koperasi Merah Putih

📅 Jumat, 21 Agu 2026, 02:40 WIB | Oleh:
Tembus 1.235 Desa! Gubernur Maluku Nekat Pangkas Rantai Tengkulak Lewat Koperasi Merah Putih Doc: ANTARA/Dedy Azis
Ket. Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa pada peringatan HUT ke-81 Maluku di Ambon.

AMBON - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku resmi merampungkan pembentukan 1.235 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang tersebar di 11 kabupaten dan kota. 

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa di Ambon, Kamis mengatakan keberadaan KDKMP diarahkan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dengan menjadikan desa dan kelurahan sebagai basis pengembangan usaha masyarakat.

"Di bidang ekonomi kerakyatan, telah terbentuk 1.235 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Jumlah tersebut sesuai dengan jumlah desa dan kelurahan di Provinsi Maluku," kata Hendrik

Ia mengatakan pemerintah berharap koperasi tersebut tidak hanya terbentuk secara administratif, tetapi dapat menjalankan fungsi ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Menurut dia, KDKMP dapat menjadi instrumen untuk memperpendek rantai pasok, menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus menampung hasil produksi petani dan nelayan di tingkat desa dan kelurahan.

Dari 1.203 KDKMP yang telah terbentuk, sebanyak 51 gerai telah berhasil dibangun. Sementara itu, lebih dari 500 koperasi telah mengantongi akta badan hukum resmi dan sebagian lainnya masih dalam proses pengesahan.

"Kita berharap koperasi ini benar-benar menjadi bagian dari penguatan ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan," ujarnya.

Hendrik menjelaskan KDKMP merupakan program strategis nasional berbasis gotong royong yang mencakup seluruh wilayah Maluku, mulai dari Kota Ambon, Kota Tual, Kabupaten Maluku Tengah, Buru, Kepulauan Aru hingga Kepulauan Tanimbar.

Ia menilai penguatan koperasi di tingkat desa penting karena dapat memberikan ruang yang lebih besar bagi masyarakat untuk mengelola potensi ekonomi lokal sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap rantai distribusi yang panjang.

Dalam pelaksanaannya, KDKMP diarahkan untuk menyediakan kebutuhan pokok melalui kerja sama dengan distributor sehingga masyarakat dapat memperoleh sembako dengan harga lebih terjangkau.

Selain itu, koperasi diharapkan mampu menampung hasil pertanian dan perikanan masyarakat dengan harga yang adil sehingga produk petani dan nelayan memiliki akses pasar yang lebih baik.

KDKMP juga dapat dikembangkan sebagai salah satu pintu akses permodalan bagi masyarakat melalui sinergi dengan perbankan pemerintah atau Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

"Yang paling penting adalah koperasi ini harus memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat dan mampu menggerakkan potensi yang ada di masing-masing desa dan kelurahan," kata Hendrik.

Dengan jumlah desa dan kelurahan yang tersebar di wilayah kepulauan, Pemprov Maluku mendorong pengembangan KDKMP agar menyesuaikan dengan karakteristik dan potensi ekonomi masing-masing wilayah sehingga tidak seluruh koperasi menjalankan pola usaha yang sama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.