Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukan Cuma Pantai! Rahasia 'Jelajah Rasa' Pulau Nangka Bikin Wisatawan Ketagihan, Ini Rahasianya

📅 Jumat, 21 Agu 2026, 01:05 WIB | Oleh:
Bukan Cuma Pantai! Rahasia 'Jelajah Rasa' Pulau Nangka Bikin Wisatawan Ketagihan, Ini Rahasianya Doc: ANTARA/Elza Elvia.
Ket. Tim Dosen Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung melaksanakan program pemberdayaan kepada Pokdarwis dan pelaku UMKM di Pulau Nangka, Kabupaten Bangka Tengah.

PANGKALPINANG - Tim dosen Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (Unmuh Babel) menggelar program pemberdayaan masyarakat berkelanjutan bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan pelaku UMKM di Pulau Nangka, Kabupaten Bangka Tengah.

"Kita melaksanakan pertemuan tujuh kali dengan memberikan pelatihan keterampilan dan membuka wawasan agar pengurus dan anggota Pokdarwis Pulau Nangka semakin paham mengelola usaha yang dijalankan," kata Ketua Tim Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Bangka Belitung (Babel) untuk Pulau Nangka, Hendi Hendra Bayu di Pangkalpinang, Kamis.

Ketua Tim Kegiatan Hendi Hendra Bayu mengatakan program itu memberikan tambahan pemahaman kepada anggota kelompok mengenai pentingnya menjaga proses produksi agar lebih bersih, tertata, dan memenuhi prinsip pengolahan pangan yang baik. 

"Dari sisi administrasi usaha, NIB telah diterbitkan, PIRT telah diproses, dan SOP telah dibuat sebagai bagian dari upaya memperbaiki tata kelola usaha," ujarnya. 

Sementara itu, penguatan dilakukan kepada Pokdarwis Pulau Nangka yang memiliki peran langsung dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan. Meski pada kondisi awal, anggota Pokdarwis masih mengalami kesulitan dalam menyampaikan informasi wisata secara terstruktur. 

"Kemampuan seni bercerita dan kemampuan berbicara di muka umum, serta teknik pemanduan juga belum sepenuhnya diterapkan dalam aktivitas wisata," ujarnya.

Ada juga pelatihan interpretasi pemandu wisata gastronomi Pulau Nangka yang diikuti oleh 15 anggota Pokdarwis dengan materi teknik pemanduan, cerita dan kemampuan berbicara, serta interpretasi potensi gastronomi lokal. 

"Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga mengikuti diskusi, praktik dan simulasi agar kemampuan yang diperoleh dapat langsung diterapkan," ujarnya.

Upaya penguatan pada UMKM dan Pokdarwis, yakni mengembangkan produk lokal menjadi bagian dari pengalaman wisata yang dikembangkan melalui konsep paket wisata pendidikan gastronomi "Jelajah Rasa Pulau Nangka".

Paket ini dirancang untuk menghubungkan wisatawan dengan produk dodol Pulau Nangka melalui kegiatan seperti bercerita, pengenalan produk, pengalaman gastronomi, dan pembelian produk lokal.

"Pulau Nangka tidak hanya memiliki pantai untuk dikunjungi. Dan di balik produk lokal dan aktivitas masyarakatnya terdapat cerita yang dapat dirangkai menjadi pengalaman wisata," katanya.

Ia mengatakan program pendampingan dilaksanakan mulai 20 Agustus hingga 29 September 2026, dengan melibatkan dua Dosen Unmuh Babel, yaitu Sonia Awalokita dan Zakia Ayu Lestari, dibantu tiga mahasiswi Unmuh Babel. 

Menurut Zakia, aktivitas wisata di Pulau Nangka selama ini lebih banyak berorientasi pada kunjungan ke kawasan pantai. Sedangkan, proses pembuatan dodol dan cerita yang melekat pada produk lokal belum banyak dikembangkan sebagai bagian dari aktivitas wisata.

Pulau Nangka memiliki potensi wisata bahari sekaligus produk pangan lokal yang cukup kuat, salah satunya dodol. 

"Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan penerapan teknologi dilakukan sebagai bagian dari program pemberdayaan," ujarnya.

Melalui kegiatan ini, para pelaku UMKM mendapatkan bantuan mesin peras santan, dan nantinya pemanfaatan alat akan terus dipantau melalui pencatatan produksi, waktu kerja, bahan baku, dan hasil penjualan.

"Selain itu penguatan UMKM juga dilakukan melalui pelatihan cara produksi yang baik, higienis dan tata kelola sanitasi," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

39 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.