Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Hari Ini Tertekan Lagi, Bayang-Bayang Kenaikan Bunga The Fed Menguat

2 Selasa, 22 Sep 2026, 17:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Hari Ini Tertekan Lagi, Bayang-Bayang Kenaikan Bunga The Fed Menguat Rupiah Hari Ini Tertekan Lagi, Bayang-Bayang Kenaikan Bunga The Fed Menguat Doc: ANTARA/ Dhemas Reviyanto
Ket. Ilustrasi-Petugas menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing Dolarindo, Melawai, Jakarta.

JAKARTA – Pelemahan rupiah terhadap dolar AS mencerminkan kuatnya sensitivitas pasar terhadap arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikt (AS) atau The Fed.

Antisipasi kenaikan suku bunga lanjutan membuat dolar AS kembali diminati, sehingga tekanan terhadap rupiah meningkat dan ruang Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar sekaligus mendukung pertumbuhan menjadi semakin menantang.

Kondisi tersebut membuat aset berbasis dolar menjadi relatif lebih menarik, sementara mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, menghadapi tekanan.

Tekanan ini menjadi semakin penting karena pasar tidak hanya merespons keputusan The Fed saat ini, tetapi juga membaca arah kebijakan beberapa bulan ke depan.

Dengan sebagian besar pejabat The Fed masih memperkirakan setidaknya satu kenaikan tambahan pada 2026, ruang bagi penguatan dolar tetap terbuka.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (22/9), bergerak melemah 37 poin atau 0,21 persen menjadi Rp17.884 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.847 per dolar AS.

Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi menilai pelemahan rupiah dipengaruhi antisipasi kenaikan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve (The Fed).

“Para pelaku pasar saat ini mengantisipasi kenaikan suku bunga lanjutan oleh The Fed dan telah memperhitungkan kemungkinan besar akan adanya kenaikan lagi pada bulan Oktober,” ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Lebih lanjut, Ibrahim menyampaikan bahwa proyeksi suku bunga terbaru juga mengindikasikan setidaknya satu kali lagi kenaikan suku bunga tahun ini.

Prospek kebijakan yang lebih ketat memberikan dukungan bagi dolar AS dan menjaga imbal hasil obligasi Treasury AS tetap tinggi.

Di samping itu, investor juga menanti rilis data awal Purchasing Managers' Index (PMI) S&P Global serta survei Sentimen Konsumen University of Michigan (UoM) untuk bulan September.

“Pasar juga akan memantau serangkaian pernyataan dari para pejabat The Fed untuk mendapatkan petunjuk terkini mengenai arah kebijakan di masa mendatang,” ujar dia.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp17.883 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.813 per dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.