KKP Pacu Ekspor Nila, Pasar Global Jadi Sasaran Baru
📅 Rabu, 30 Sep 2026, 18:45 WIB | Oleh: Tim PenulisCIREBON – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong pengembangan pasar ekspor ikan nila untuk memperluas pemasaran komoditas tersebut sekaligus meningkatkan nilai ekonomi bagi pembudidaya.
Direktur Ikan Air Payau Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP Fernando Jongguran Simanjuntak mengatakan pengembangan pasar ekspor, menjadi bagian penting dalam pengembangan budidaya ikan nila di Indonesia.
"Nilainya kan bukan cuma produksi, tapi bagaimana produksi kita ini mendapatkan nilai tukar yang sesuai. Nilai tukar yang terbaik itu ya salah satunya pasarnya harus ekspor,” kata Fernando di Cirebon, Rabu (30/9).
Menurut dia, pasar ekspor dapat menjadi salah satu pilihan untuk memperoleh nilai ekonomi yang lebih baik dari hasil produksi ikan nila.
Fernando mengatakan peluang tersebut masih terbuka lebar, karena volume ekspor ikan nila Indonesia saat ini baru berada di kisaran 90 ribu ton.
Ia menyebutkan pula produksi ikan nila secara nasional bisa bertambah, seiring dengan berbagai program yang diterapkan pemerintah untuk sektor tersebut.
“Bahkan tadi kan saya sampaikan ada lebih dari 1,5 juta ton ya angkanya. Saya yakin 2026 ini dengan program pemerintah juga, jadi pasti angkanya pasti akan naik,” katanya.
Ia mengatakan peningkatan akses pasar luar negeri perlu diikuti kesiapan pelaku usaha, dalam memenuhi berbagai persyaratan yang ditetapkan negara tujuan.
Beberapa hal yang perlu dipersiapkan meliputi pemenuhan persyaratan ekspor, sertifikasi produk, serta kelayakan unit pengolahan ikan.
Fernando menilai pemenuhan berbagai ketentuan tersebut penting, agar produk ikan nila Indonesia dapat bersaing dan diterima di pasar internasional.
Pendampingan kepada pelaku usaha, lanjut dia, juga diperlukan untuk membantu mereka memahami dan memenuhi persyaratan ekspor yang berlaku.
Menurut dia, pengembangan pasar ekspor harus berjalan seiring dengan peningkatan produksi agar pertumbuhan komoditas nila dapat memberikan nilai ekonomi yang lebih besar.
"Ini yang menjadi pekerjaan rumah kita ke depan, bagaimana produksi nila di Indonesia ini bisa berdaya saing masuk ke pasar ekspor," ucap dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!