Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Hari Ini Melemah, Bayang-Bayang Konflik Iran-AS Menguat

📅 Senin, 28 Sep 2026, 18:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Hari Ini Melemah, Bayang-Bayang Konflik Iran-AS Menguat Doc: ANTARA FOTO/ Hasrul Said.
Ket. Ilustrasi - Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Haji La Tunrung, Makassar, Sulawesi Selatan.

JAKARTA – Pelemahan rupiah terhadap dolar AS menunjukkan bahwa kuatnya pengaruh risiko geopolitik terhadap pasar keuangan di dalam negeri.

Eskalasi konflik yang meningkat antara Iran dan Amerika Serikat (AS) mendorong pelaku pasar mencari aset safe haven atau sarana lindung nilai aman, seperti dolar AS, sehingga tekanan terhadap rupiah meningkat.

Kondisi ini juga berpotensi memperbesar volatilitas pasar keuangan jika konflik antara Iran dan AS berlanjut dan memicu kenaikan harga energi global.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Senin (28/9) bergerak melemah 75 poin atau 0,42 persen menjadi Rp17.978 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.903 per dolar AS.

Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi menyatakan pelemahan rupiah dipengaruhi eskalasi konflik antara Iran dengan AS.

"Situasi Selat Hormuz memanas, setelah delapan anggota Korps Marinir Amerika Serikat (AS) terluka setelah sebuah rudal jelajah antikapal Iran menghantam kapal yang mereka operasikan di Selat Hormuz," ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Iran disebut takkan melunakkan syarat-syaratnya untuk membuka kembali Selat Hormuz. Usulan Iran tersebut memungkinkan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari sembari negosiasi yang lebih luas dilanjutkan, dengan syarat Washington mencabut blokade angkatan laut, melonggarkan tekanan militer, menghapus sanksi atas penjualan minyak Iran, serta menyetujui gencatan senjata.

Iran menyatakan tetap berkomitmen pada syarat-syarat tersebut meskipun Trump menolaknya.

Selain itu, pasar juga tengah menanti agenda ekonomi AS akan jauh lebih padat pada pekan ini. Data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) dijadwalkan rilis pada Rabu (30/9/2026), diikuti oleh data ISM Manufacturing PMI pada Kamis (1/10/2026) dan laporan Nonfarm Payrolls (NFP) pada Jumat (2/10/2026).

"Rilis data-data tersebut dapat memainkan peran penting dalam membentuk ekspektasi pasar menjelang pertemuan The Fed bulan depan," ujar Ibrahim.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp17.965 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.917 per dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...

Babak Pertama Skuad Garuda Harus Mencetak Gol

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Babak Pertama Skuad Garuda ...
Advertisement
Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.