Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pasar Dunia Melirik Vanili Organik NTB, Peluang Ekspor Menganga

📅 Rabu, 30 Sep 2026, 19:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pasar Dunia Melirik Vanili Organik NTB, Peluang Ekspor Menganga Doc: ANTARA/ Budi Candra Setya.
Ket. Warga memelihara tanaman vanili di Belimbingsari, Jawa Timur, Jumat (13/3/2020).

MATARAM – Eksportir vanili organik asal Nusa Tenggara Barat (NTB), Muhir Ali, mengakui vanili berstandar organik dari NTB menjadi komoditas yang sangat diminati di pasar global dibanding vanili konvensional.

Pelaku usaha sekaligus pemilik UD Rempah Organik Lombok tersebut mengatakan tingginya minat pasar global terhadap vanili organik lokal dipicu oleh kepastian standar mutu dengan sistem pertanian organik.

"Vanili berstandar organik yang memang menjalankan sistem organik ini sangat diminati di pasar dunia. Berbeda dengan produk konvensional yang ekspornya cenderung tersendat," ujar dia di Mataram, Rabu (30/9).

Muhir menjelaskan antusiasme pasar global yang tinggi membuat kuota permintaan ekspor dari Amerika Serikat dan Eropa belum mampu dipenuhi seluruhnya hingga tahun ini.

Hal tersebut terjadi lantaran jumlah produksi vanili organik pada tingkat petani lokal di Nusa Tenggara Barat masih sangat terbatas akibat keterbatasan bibit, tantangan penyakit tanaman, serta dampak kemarau El Nino.

"Vanili yang berstandar organik sangat diminati di pasar dunia, tetapi jumlah produksinya masih sangat-sangat terbatas. Sampai tahun ini belum bisa kami penuhi permintaan konsumen yang ada di Eropa dan Amerika," papar Muhir.

Meski menghadapi kendala pasokan, imbuh dia, besarnya potensi pasar global tersebut menjadi peluang besar bagi sektor pertanian Nusa Tenggara Barat.

Para petani lokal memerlukan sertifikat organik internasional yang menjadi kunci utama agar produk vanili lokal bernilai tinggi dan terus diburu oleh pembeli luar negeri.

Muhir menegaskan pihaknya akan menggencarkan upaya untuk meningkatkan komoditas vanili dengan mendorong sertifikasi berstandar organik bagi petani-petani lokal.

Setelah itu, hasil produksi vanili akan dia beli melalui UD Rempah Organik Lombok dan disalurkan ke pasar global.

"Untuk meningkatkan komoditas vanili kami mendorong sertifikasi berstandar organik bagi petani di beberapa tempat seperti Lombok Utara dan Lombok Timur. Kami tidak hanya mengejar jumlah tanaman, tetapi memastikan petani benar-benar melakukan sistem pertanian organik dan tersertifikasi," kata Muhir.

Fenomena El Nino yang memicu kemarau panjang saat ini mengancam produktivitas vanili lantaran sekitar 90 persen petani vanili masih bergantung pada curah hujan alami tanpa didukung sistem irigasi khusus.

Kondisi dinamika iklim tersebut memaksa petani mengeluarkan biaya operasional ekstra untuk melakukan penyiraman tanaman secara manual.

"Dampak El Nino cukup mengkhawatirkan karena tanaman vanili jauh dari irigasi, hampir 90 persen petani mengharapkan ada hujan, bukan irigasi khusus, akibatnya terdapat peningkatan cost di tingkat petani karena mereka memberikan irigasi tambahan dengan membawa ember untuk menyiram tanaman mereka," pungkas Muhir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Karhutla 6 Hektare di Gowa ...
Advertisement
Sangat Langka! Flora Jenis Baru Ditemukan di Lereng Semeru, Cuma Ada 12 Batang di Dunia

Sangat Langka! Flora Jenis Baru Ditemukan di Lereng Semeru, Cuma Ada 12 Batang di Dunia

30 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.