Banyak Adegan Sadis, The End of Oak Street Bukan Film Petualangan untuk Tontonan Keluarga
📅 Jumat, 14 Agu 2026, 13:43 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SMisteri ala J.J. Abrams
Kemudian ada persoalan lain yang mungkin akan mengganggu sebagian penonton: sebenarnya bagaimana fenomena ini bisa terjadi?
Mengapa sebuah kawasan suburban era 1980-an bisa berpindah ke dunia prasejarah?
Bagaimana portal atau fenomena kosmik tersebut bekerja?
Mengapa ia bisa muncul dan berpindah?
Dan bagaimana hubungan antara dunia modern dengan zaman purba tersebut?
Film tidak memberikan jawaban yang benar-benar memuaskan untuk semua pertanyaan itu.
Di sinilah The End of Oak Street terasa dekat dengan tradisi film-film yang diasosiasikan dengan J.J. Abrams, meskipun film ini sendiri disutradarai David Robert Mitchell, sementara Abrams bertindak sebagai produser. Abrams memang dikenal melalui pendekatan "mystery box" dan karya-karya seperti Cloverfield, sementara Super 8 juga menggunakan misteri fenomena sci-fi sebagai bagian penting dari ceritanya.
Namun pendekatan semacam ini selalu memiliki dua sisi.
Bagi sebagian penonton, misteri yang tidak sepenuhnya dijelaskan membuat dunia film terasa lebih misterius dan imajinatif. Bagi penonton lain, termasuk saya, ini bisa terasa seperti lubang cerita yang sengaja dibiarkan terbuka.
Dan The End of Oak Street berada tepat di wilayah tersebut.
Kesimpulan
The End of Oak Street adalah film yang menarik justru karena kontradiksinya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!